Advertisement
GazanaPublika.com – Hasil resmi Pemilu 2024 yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menempatkan PDIP sebagai partai pemenang dengan perolehan suara terbanyak.
PDIP berhasil mengantongi total 25.387.279 suara atau setara dengan 16,72 persen dari total suara sah dalam Pemilu 2024. Capaian ini menjadikan PDIP meraih kemenangan dalam tiga kali pemilihan umum berturut-turut, yakni pada tahun 2014, 2019, dan 2024, mengukuhkan posisinya sebagai partai pemenang alias “hattrick”.
Advertisement
Namun, kesuksesan PDIP tersebut tidak diikuti oleh PPP yang telah lama menjadi peserta tetap di Senayan. Dalam Pemilu 2024, PPP mengalami penurunan drastis dengan hanya mampu mengantongi 5.878.777 suara atau 3,87 persen dari total suara sah. Perolehan suara ini tidak memenuhi syarat ambang batas parlemen (parliamentary threshold) yang ditetapkan di atas 4 persen.
Dengan demikian, PPP kemungkinan besar akan absen di Senayan pada periode 2024-2029. Namun, PPP tidak akan menyerah begitu saja dan berencana untuk mempertahankan kursi di parlemen melalui gugatan yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi, mengungkapkan bahwa pengacara senior Soleh Amin akan memimpin tim hukum PPP dalam mengajukan gugatan ke MK. “PPP sudah menyiapkan tim hukum yang dipimpin oleh pengacara senior Soleh Amin untuk mengajukan gugatan. Data-data kami telah dikumpulkan dari DPC dan saat ini sedang dalam proses verifikasi,” ujar Baidowi dilansir dari Tribunnews.com pada Rabu (20/3/2024).
Baidowi menyatakan bahwa berdasarkan data internal, PPP telah mencapai angka melebihi 4 persen, dengan selisih sekitar 200.000 suara.
Sementara itu, dari total suara sah nasional sebesar 151.796.630 suara, PPP berhasil meraih 5.878.777 suara.
“Ia mengajak seluruh caleg dan kader PPP untuk tetap semangat dalam mengawal perjuangan di MK,” ucapnya.
“Kami juga ingin menyampaikan terima kasih atas perjuangan dan kontribusi dalam menjaga partai warisan ulama ini,” tambahnya.
Awiek mencatat adanya pergeseran suara di Papua yang merugikan partainya dalam Pemilu 2024.
“Di Papua, terutama di Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan wilayah lainnya, terjadi pergeseran suara yang cukup signifikan,” ujar Awiek.
Awiek mengakui bahwa dari penghitungan internal mereka, PPP kehilangan lebih dari 100 ribu suara di wilayah Papua.
Meskipun demikian, total keseluruhan suara yang diraih PPP mencapai 4,04 atau 4,05 persen, yang berarti mereka berhasil mendapatkan tiket menuju Senayan.
“Memang dari yang diumumkan oleh KPU kalau berdasarkan rekapitulasi tidak jauh berbeda. Ada selisih 100-250 ribu suara,” ungkapnya.
“Tidak logis ketika suara sah mencapai 99,8 berarti 0,02 persen yang tidak sah, artinya 100 persen terpakai,” lanjut dia.
Sementara itu, meskipun sebelumnya diantisipasi akan menduduki kursi di DPR RI, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ternyata tidak berhasil lolos.
Berdasarkan hasil rekapitulasi suara KPU, PSI hanya memperoleh 2,8 persen suara dalam Pemilu 2024.
Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, memilih untuk tidak memberikan komentar saat ditanya mengenai kegagalan PSI untuk masuk ke Senayan.
Nantinya, PSI berencana untuk memberikan penjelasan mengenai hal tersebut pada hari ini, Kamis (21/3/2024), di kantor DPP PSI.
“Kami akan memberikan keterangan besok di kantor DPP,” ungkap Kaesang.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menyelesaikan proses rekapitulasi hasil perolehan suara Pemilu 2024. PDIP ditetapkan sebagai partai yang meraih suara terbanyak. Berdasarkan hasil rekapitulasi nasional KPU pada Rabu (20/3/2024), PDIP berhasil mendapatkan 25.387.279 suara.
Hasil pileg tersebut diresmikan melalui Keputusan KPU tentang Penetapan Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD, dan DPRD Tahun 2024.
Proses rekapitulasi KPU mencakup perolehan suara di 38 provinsi dan 128 PPLN, dengan total suara sah sebanyak 151.796.631 suara.
Berikut total perolehan parpol di 38 provinsi:
• PKB: 16.115.655 suara (10,61 persen)
• Partai Gerindra: 20.071.708 suara (13,22%)
• PDIP: 25.387.279 suara (16,72%)
• Partai Golkar: 23.208.654 suara (15,28%)
• Partai NasDem: 14.660.516 suara (9,65%)
• Partai Buruh: 972.910 suara (0,64%)
• Partai Gelora: 1.281.991 suara (0,84%)
• PKS: 12.781.353 suara (8,42%)
• PKN: 326.800 suara (0,21%)
• Partai Hanura: 1.094.588 suara (0,72%)
• Partai Garuda: 406.883 suara (0,26%)
• PAN: 10.984.003 suara (7,23%)
• PBB: 484.486 suara (0,31%)
• Partai Demokrat: 11.283.160 suara (7,43%)
• PSI: 4.260.169 suara (2,80%)
• Partai Perindo: 1.955.154 suara (1,28%)
• PPP: 5.878.777 suara (3,87%)
• Partai Ummat: 642.545 suara (0,42%)
(Sumber: Tribunnews/Tribun Network/igm/mam/wly)
Advertisement
