Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » 13 Prajurit Pelaku Aniaya Anggota KKB Sudah Ditahan

13 Prajurit Pelaku Aniaya Anggota KKB Sudah Ditahan

Nasional Selasa, 26 Maret 2024 14:14 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto Ilustrasi KKB ( Sumber: jpnn.com)

Advertisement

GazanaPublika.com – Sebanyak 13 prajurit TNI dari satuan Batalion Infanteri Raider 300/Braja Wijaya telah ditahan oleh Pomdam III/Siliwangi terkait dugaan kasus penyiksaan terhadap salah satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, Definus Kogoya.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Kristomei Sianturi menyatakan bahwa Pomdam Brawijaya akan melakukan penyelidikan terkait motif penyiksaan yang dilakukan oleh para prajurit tersebut.

Advertisement

“Nantinya akan kita cek lebih lanjut apakah ini atas inisiatif pribadi atau ada perintah dari atasannya untuk melakukannya,” kata Kristomei Sianturi pada hari Senin (25/3/2024).

Menurut Kristomei, setelah motifnya terungkap, barulah diketahui motif sebab akibat sebenarnya dari tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh ke-13 prajurit TNI tersebut.

“Kita akan melihat hubungan sebab akibatnya, kenapa mereka melakukan hal itu. Dan itu akan menentukan jenis hukuman apa yang akan diberikan kepada mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh ke-13 prajurit yang merekam video penyiksaan tidak diketahui oleh para komandan.

“Tidak, tidak ada arahan untuk merekam. Mereka hanya iseng merekam sendiri, sehingga kemudian video tersebut menjadi viral. Tetapi tidak ada laporan mengenai arahan seperti itu,” kata Izak.

BACA JUGA:  Pemerintah Alokasikan Rp 3 Miliar untuk Setiap Koperasi Desa Merah Putih

Izak menegaskan bahwa ketika insiden penyiksaan terjadi pada 3 Februari 2024, dirinya sendiri tidak mengetahuinya. Dia berkomitmen untuk menindak para prajurit tersebut karena tindakan mereka merusak upaya menjaga perdamaian di Papua.

“Kami sangat marah jika hal seperti itu terjadi. Saya sebagai Pangdam tidak akan membenarkan adanya tindakan kekerasan di Papua. Kami berusaha untuk menyelesaikan konflik di Papua dengan pendekatan humanis, dengan memperhatikan kearifan lokal dan harmoni dengan masyarakat Papua,” ucap Izak.

Izak mengakui bahwa awalnya dia tidak percaya saat video penyiksaan tersebut menjadi viral, karena dalam video itu tidak terlihat pelaku yang merupakan anggota TNI, hanya tubuh korban yang terlihat.

“Awalnya saya tidak percaya karena tidak terlihat pelaku dalam video tersebut, hanya korban yang terlihat. Saya berpikir bahwa ini tidak mungkin terjadi di Papua karena hingga saat ini tidak ada laporan dari masyarakat. Biasanya jika ada kekerasan di Papua, gereja atau masyarakat akan menghubungi saya, tetapi hingga saat ini kami tidak menerima keluhan seperti itu. Jadi, pada awalnya saya pikir ini tidak terjadi di Papua,” tambahnya.

Saat ini, kasus tersebut sedang ditangani oleh Pomdam III/Siliwangi dalam proses penegakan hukum. Ke-13 prajurit tersebut, termasuk 3 bintara dan 10 tamtama, telah ditahan di tahanan militer dengan tingkat keamanan maksimum.

BACA JUGA:  Kapuspen TNI Bantah Isu Prajurit 'Serbu' Polda Metro Jaya, Tegaskan Narasi Provokatif

Izak Pangemanan menjelaskan bahwa kejadian itu melibatkan prajurit Batalion Infanteri Raider 300/Braja Wijaya yang sedang bertugas di Papua pada pertengahan Februari.

“Ilaga dan Gome di Puncak Jaya adalah lokasi kejadian. Kami akan menyelidiki masalah ini secara menyeluruh. Segala yang terjadi di sana akan menjadi dasar untuk proses hukum yang akan datang,” ujar Izak.

Ketika video penganiayaan tersebar, prajurit Batalion Infanteri Raider 300/Braja Wijaya telah kembali ke unitnya di Kodam III/Siliwangi.

“Karena batalyon 300 telah selesai tugasnya dan tidak lagi berada di Papua. Kami telah mengeluarkan surat permintaan bantuan pemeriksaan, dan saat ini Pomdam III/Siliwangi sedang melakukan pemeriksaan terhadap mereka yang diduga terlibat dalam tindakan kekerasan ini,” kata Izak.

Hingga saat ini, Pomdam III/Siliwangi telah menahan 13 prajurit TNI untuk proses hukum selanjutnya, dengan tiga di antaranya berpangkat bintara dan sisanya tamtama.

“Kami akan memberikan akses yang adil kepada masyarakat Papua dalam proses hukum ini, agar semua orang dapat mengaksesnya. Sekali lagi, saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Papua atas kejadian ini, dan saya berjanji untuk meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” tambah Izak. (Sumber: Liputan6.com)

Advertisement

Kasus
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

BERITA TERBARU

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version