Advertisement
GazanaPublika.com – Tragis, kejadian kemarin (4/4/2024), mengejutkan semua orang, khususnya warga Tangerang. Pasalnya seorang wanita berambut pirang ND (43 tahun), dengan mudahnya membunuh Resy Ariskat (53), penjaga toko busana dengan pedang katana berukuran 50 cm.
Ternyata ND memang terbiasa membawa pedang katana atau sejenis samurai di dalam mobilnya. Hal ini diungkap seorang warga yang mengaku sebagai tetangga ND mengungkapkan bahwa pelaku sering kali membawa pedang tersebut di dalam mobilnya.
Advertisement
Sementara itu, seorang netizen juga memberikan informasi bahwa ND merupakan seorang ibu rumah tangga yang memiliki suami dan anak. Suaminya diketahui berada di Turki, sementara anaknya sedang menempuh pendidikan di SMP.
Polisi memastikan bahwa pedang Katana Buton Sword yang digunakan dalam insiden penusukan tersebut memang dibawa oleh ND, yang selalu disimpan di dalam mobil Toyota Yaris miliknya.
Menurut keterangan netizen, ND sering membawa pedang karena sering pulang larut malam sebagai tindakan pencegahan.
Kapolsek Kelapa Dua, Kompol Stanlly Soselisa, menjelaskan bahwa ND memiliki kebiasaan membawa pedang dalam mobilnya.
“Pedang katana ini adalah milik pelaku,” kata Stanlly.
Namun, alasan ND selalu membawa pedang belum dijelaskan secara rinci oleh pihak kepolisian.
“Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait hal ini,” tambahnya.
Kompol Stanlly Soselisa juga menjelaskan bahwa insiden penusukan terhadap penjaga toko busana di Tangerang terjadi ketika ND hendak mencari baju koko dan batik di toko tersebut.
Kronologi Kejadian
Polisi mengungkap kronologi tragis peristiwa di mana seorang wanita bernama ND (43) menggunakan pedang katana untuk menyerang dan membunuh seorang penjaga toko busana, Resy Ariskat (52), di Tangerang.
Resy Ariskat tewas ditusuk di bagian bawah payudara sebelah kiri menggunakan katana bertuliskan “Baton Sword” pada hari Senin (1/4/2024).
Kapolsek Kelapa Dua, Kompol Stanlly Soselisa, menyampaikan kronologi pembunuhan tersebut.
Awalnya, ND berniat untuk membeli baju di toko busana tempat korban bekerja.
Namun, saat ingin masuk ke dalam toko, korban meminta ND untuk melepas alas kakinya karena sedang membersihkan lantai.
ND menolak permintaan tersebut, yang kemudian memicu cekcok antara keduanya.
ND kemudian meninggalkan toko busana tersebut.
Ketika ND meninggalkan toko, korban menyampaikan kata-kata kasar yang membuat ND emosi.
“Pelaku mendengar kata ‘tai’ yang diucapkan korban,” ujar Kapolsek Kelapa Dua Kompol Stanlly Soselisa di Mapolsek Kelapa Dua pada Selasa (2/4/2024).
ND tidak terima dengan kata-kata tersebut dan kembali berkonfrontasi dengan korban.
Situasi semakin memanas ketika ND mengambil katana yang ada di mobilnya dan menikam korban sekali.
“Pelaku mengambil sebilah samurai terbuat dari besi stainless sepanjang 50 sentimeter bertuliskan ‘Baton Sword’ dengan sarung berwarna hitam dari mobil,” kata Stanlly.
“Korban bersimbah darah dan berlari ke depan toko, kemudian jatuh tidak bergerak,” tambahnya.
Pelaku dan korban tidak memiliki hubungan sebelumnya.
Mereka baru pertama kali bertemu pada hari kejadian pembunuhan.
“Motifnya adalah sakit hati. Keduanya tidak saling kenal, dan pertemuan pertama mereka adalah sebagai penjual dan pembeli,” kata Stanlly.
Setelah melakukan perbuatan tersebut, ND mencoba melarikan diri sambil masih memegang senjata tajam.
Beberapa warga yang menyaksikan kejadian tersebut mencoba menangkap pelaku.
Namun, pelaku mengancam warga yang mencoba menghalanginya dengan senjata tajam yang dipegangnya.
Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Tangerang, Banten, sedangkan pelaku berhasil ditangkap beberapa saat setelah kejadian.
“Tim gabungan Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan bersama Polsek Kelapa Dua telah berhasil mengamankan pelaku, seorang perempuan dengan inisial DN,” kata Kasi Humas Polres Tangerang Selatan, AKP Agil.
Saat ini, polisi sedang menyelidiki asal-usul katana yang digunakan oleh pelaku untuk menyerang Resy Ariskat hingga tewas di Ruko Boutique, Jalan Borobudur, Bencongan, Kelapa Dua, Tangerang, Banten.(sumber: tibunnews.com)
Advertisement
