Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Guru Besar FK Undip: Tidak Ada Perundungan terhadap Dokter Aulia

Guru Besar FK Undip: Tidak Ada Perundungan terhadap Dokter Aulia

Nasional Selasa, 3 September 2024 20:47 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: Beritasatu.com

Advertisement

GazanaPublika.com – Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), Zaenal Muttaqien, menyatakan bahwa tidak ditemukan indikasi perundungan terhadap dokter Aulia Risma Lestari, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di Undip, berdasarkan rekaman suara terakhir dokter Aulia sebelum meninggal. Pernyataan ini bertentangan dengan dugaan yang sebelumnya dilaporkan oleh pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan investigasi yang sedang berlangsung.

Zaenal Muttaqien mengungkapkan bahwa rekaman suara yang diperoleh dari dokter Aulia tidak menunjukkan adanya indikasi perundungan atau perlakuan tidak adil dari seniornya. “Dalam rekaman suara tersebut, dokter Aulia hanya mengeluhkan beban kerja yang diterima. Tidak ada kata-kata yang menuduh atau menunjukkan adanya perundungan dari senior terhadap dirinya,” ujar Zaenal dalam wawancara yang disiarkan oleh CNN Indonesia TV, Selasa (3/9).

BACA JUGA:  Kepala BGN Tolak Bertemu Mitra hingga Pemilik Dapur MBG di Ruang Kerja demi Hindari Fitnah

Advertisement

Ia menjelaskan bahwa keluhan dokter Aulia berkisar pada beban kerja yang harus dipikulnya sebagai pelaksana pelayanan di bawah tanggung jawab dokter spesialis di Rumah Sakit Kariadi, tempat ia menjalani pendidikan spesialisnya. Menurut Zaenal, hal ini berbeda dari pernyataan sebelumnya yang menyebutkan adanya bentuk perundungan dari senior terhadap dokter Aulia.

Sementara itu, Kemenkes mengungkapkan dugaan pemalakan dalam kasus ini. Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril, menginformasikan bahwa ada laporan mengenai pungutan uang yang berkisar antara Rp20 hingga Rp40 juta per bulan, yang diduga memberatkan dokter Aulia dan keluarganya. Pungutan ini, menurut Kemenkes, mungkin menjadi salah satu faktor tekanan yang dialami dokter Aulia.

Sebagai respons terhadap kematian dokter Aulia, Kemenkes juga telah memutuskan untuk menghentikan sementara program studi anestesi FK Undip di RSUP Dr. Kariadi. Langkah ini diambil untuk mengevaluasi sistem pendidikan dan praktik yang ada, setelah terungkapnya kasus tersebut.

BACA JUGA:  Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, DPR Bongkar Temuan Fasilitas Mewah dan CCTV

Dalam kasus ini, hasil visum menyatakan bahwa dokter Aulia meninggal akibat overdosis obat Roculax, jenis obat anestesi. Buku catatan harian yang ditemukan oleh polisi menunjukkan kesulitan yang dialami dokter Aulia selama masa kuliahnya, termasuk beberapa keluhan mengenai perlakuan dari senior-seniornya. Namun, polisi mengaku belum menemukan bukti konkret yang menunjukkan adanya perundungan.

Kasus ini terus menjadi perhatian publik dan mengundang berbagai reaksi dari komunitas medis dan masyarakat. Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kematian dokter Aulia serta memastikan bahwa sistem pendidikan kedokteran berfungsi dengan adil dan mendukung kesejahteraan peserta didiknya..

Advertisement

Guru
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Nasional

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

BERITA TERBARU

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version