Advertisement
Hal ini diamini pula oleh Febrianto, jika BEM merupakan ruang-ruang gerakan yang singkat dan terbatas, komunitas-komunitas hobby punya peluang yang sama untuk bergerak, “Komunitas sepakbola misalkan, jika kepentingannya terusik dan sejalan dengan pikiran dan gagasan perubahan, maka gerakan mahasiswa tidak menutup kemungkinan untuk bergabung dengan mahasiswa”, ujanya.
Hal yang menarik justeru diungkapkan oleh Yodisman Sorata dan Irzal Yanuardi, “ Kami aktifias 1998 telah melakukan kesalahan fatal, selama dua kali periode masa kepemimpinan Jokowi, berbagai aktifis 1998 turut memenangkan Jokowi ke tampuk kekuasaan dengan harapan Jokowi bisa menjaga demokrasi secara substansial.
Advertisement
Namun yang terjadi dimasa akhir periode ke 2 kekuasaannya, Jokowi telah larut dalam nikmatnya berkuasa, 80% kepuasaan survey tentang pemerintahannya patut digugat, jalan yang kami tempuh tidak sesuai harapan, “Kami meminta maaf kepada generasi muda saat ini” pungkasnya,
“Pemilu 2024 tanpa Jokowi menjadi wajib untuk dikonsolidasikan dan dikonkretkan dalam aksi”, dan aktifis 1998 tidak akan membiarkan gerakan mahasiswa saat ini sendirian.
Diskusi yang dimulai pukul 15.00 wib ini, tak terasa semangin hangat dan panas, Konsolidasipun menjadi isu hangat pembicaraan diskusi yang akan diturunkan dalam aksi mimbar demokrasi dan konsolidasi demokrasi yang akan melibatkan massa mahasiswa dan elemen rakyat bertepatan dengan Hari HAM se-Dunia pada 10 Desember 2023, diskusi ditutup pada pukul 18.00 wib.
Melalui pernyataan akhir Budi Hermansyah, bahwa “mahasiswa 2023 harus membuat sejarah dan kepemimpinannya atas penolakan praktek-praktek Neo orde Baru saat ini, dan itu adalah tugas Sejarah, Pemilu tanpa Jokowi harus menjadi bagian fokus gerakan diantara isu turunan lainnya . (Fr*)
Advertisement
Advertisement
