Advertisement
GazanaPublika.com – Flores – Gunung Lewotobi Laki-Laki yang berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, meletus pada Senin (4/11/2024) dini hari, menyebabkan bencana dahsyat bagi warga sekitar. Sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas, puluhan lainnya mengalami luka-luka, dan sejumlah bangunan terbakar akibat “hujan material” dari letusan gunung.
Agustina Oa Kwuta, warga Desa Hokeng Jaya yang terkena dampak parah, menceritakan bagaimana cucunya terluka akibat atap seng yang roboh dihantam material vulkanik. “Seng jatuh, langsung tikam kepala,” ujarnya kepada wartawan BBC News Indonesia, Arnold Welianto. Cucunya, Siprianus, terlihat dengan kepala diperban sementara bekas darah masih tampak di bajunya.
Advertisement
Ketika letusan terjadi, Agustina bersama keluarga berusaha berlindung dengan bersembunyi di lemari, tetapi cucunya yang ketakutan tak sempat berlindung dan berlari. Di tengah kepanikan, warga sekitar juga berbondong-bondong menuju Boru untuk menyelamatkan diri, meski lokasi itu sudah dipenuhi pengungsi dari desa lain seperti Klatanlo dan Hokeng Jaya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur menyebutkan, hingga kini ada enam korban jiwa yang sudah terverifikasi, sebagian besar dari Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang. Kepala BPBD, Redynandus Misenti Moat Aeng, menjelaskan bahwa korban tewas akibat tertimpa reruntuhan dan terkena lontaran batu panas yang mencapai radius enam kilometer dari puncak gunung.
Letusan yang terjadi sekitar pukul 00.30 WITA itu telah meluluhlantakkan sejumlah bangunan di Desa Klatanlo, dengan abu vulkanik menutupi hampir seluruh permukaan jalan dan rumah. Warga bergegas meninggalkan desa, sebagian besar hanya dengan pakaian di badan, menggunakan truk untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Redynandus mengungkapkan bahwa Desa Klatanlo, Hokeng Jaya, dan Dulipali merupakan kawasan yang terdampak paling parah. Warga dari tiga desa ini telah dievakuasi ke tiga titik pengungsian yang terletak di Desa Konga, Desa Bokan, dan Leolaga di Kecamatan Titehena. Hampir seluruh fasilitas umum, termasuk puskesmas, sekolah, dan kantor camat, dilaporkan rusak berat.
Sementara itu, AKP Ridwan dari Polres Flores Timur mengungkapkan bahwa proses evakuasi menghadapi kendala akibat tebalnya debu vulkanik yang menutupi jalan dan bangunan, membuat akses ke rumah-rumah warga sulit ditembus. Ia memprediksi jumlah korban bisa terus bertambah karena masih ada wilayah yang belum sepenuhnya dievakuasi, seperti Desa Ilepati yang masih tertutup debu.
Sumber: BBC.com
Advertisement
