Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Menteri Nusron Wahid Tanggapi Tagar #KaburAjaDulu, ‘Ayo Selesaikan Masalah Bersama, Jangan Kabur!’

Menteri Nusron Wahid Tanggapi Tagar #KaburAjaDulu, ‘Ayo Selesaikan Masalah Bersama, Jangan Kabur!’

Nasional Selasa, 18 Februari 2025 5:28 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Sumber foto: CNBCIndonesia.com

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Tagar KaburAjaDulu yang belakangan viral di media sosial menjadi sorotan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid. Tagar tersebut berisi ajakan untuk meninggalkan Indonesia, yang menurut Nusron, mencerminkan sikap tidak bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa jika ada masalah, seharusnya diselesaikan bersama-sama, bukan dengan cara menghindar.

“Ya, begini ya kalau ada kabur aja dulu itu kan dia ini warga negara Indonesia apa tidak. Kalau kita ini patriotik sejati, kalau emang ada masalah, kita selesaikan bersama. Kok jangan kabur aja dulu, apa yang mau kita selesaikan kalau kabur,” ujar Nusron saat ditemui wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/2/2025).

Advertisement

Nusron menilai, tagar tersebut menunjukkan sikap permisif dan kurangnya rasa cinta terhadap Tanah Air. Menurutnya, sebagai warga negara, sudah seharusnya masyarakat berpartisipasi aktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa, bukan justru memilih untuk lari dari masalah.

BACA JUGA:  Megawati Soroti Sidang Militer Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Pertanyakan Arah Penegakan Hukum

“Itu menandakan sikap permisif, tidak mau menyelesaikan masalah bangsa ini secara bersama-sama. Ini berarti dia, ini masalah cinta kita terhadap Tanah Air. Ada masalah ayo kita selesaikan sama-sama,” tegasnya.

Menteri yang juga politikus Partai Golkar ini mengajak masyarakat untuk membuka dialog dengan pemerintah jika ada permasalahan. Ia menegaskan bahwa pemerintah selalu terbuka terhadap kritik dan masukan dari rakyat.

“Emang pemerintah selama ini menutup mata, kemudian menutup telinga untuk mengkritik masyarakat? Kan tidak. Kita ini pemerintah terbuka terhadap masukan, kalau memang benar ya benar. Kalau salah, ya salah,” jelasnya.

Nusron juga meminta masyarakat untuk tidak mudah menyerah dan terpancing oleh ajakan-ajakan yang tidak produktif seperti tagar tersebut. Menurutnya, sikap seperti itu hanya menunjukkan kurangnya rasa cinta terhadap Indonesia.

BACA JUGA:  Mencari Bukti Tambahan, KPK Sasar Rumah Silmy Karim Pasca Penahanan

“Kalau kemudian putus asa gitu kayak-akan kabur aja dulu, itu menandakan, ya mohon maaf kurang cinta terhadap Tanah Air,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Nusron mengingatkan bahwa karakter Indonesia berbeda dengan negara lain, sehingga tidak perlu membanding-bandingkan dengan luar negeri.

“Jadi, kalau ada masalah ayo kita selesaikan, masyarakat (dan) pemerintah, siap berdialog, siap menyelesaikan bersama-sama kalau ada masalah. Kalau kata lagunya kan, ojo dibanding-bandingke dengan luar negeri, kan karakter Indonesia beda dengan luar negeri,” imbuhnya.

Dengan pernyataannya, Nusron berharap masyarakat tidak terpengaruh oleh ajakan negatif seperti tagar KaburAjaDulu. Sebaliknya, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun dan memperbaiki Indonesia dengan semangat gotong royong.

Advertisement

Menteri
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Dokter Tifa: 12 Tahun Jokowi Pejabat, Baru Akui Lulusan UGM Tahun 2017

Nasional

Pembangunan Blok Gas Abadi Masela Resmi Dimulai, Prabowo Minta Selesai Secepatnya

Nasional

Perdana, Pendekar Banten Latihan Jurus Baku TTKKBI di Markas DPW I Banten

Nasional

Keluhan Mitra Dapur Program Makan Bergizi Gratis Soal Keracunan

BERITA TERBARU

Dokter Tifa: 12 Tahun Jokowi Pejabat, Baru Akui Lulusan UGM Tahun 2017

Pembangunan Blok Gas Abadi Masela Resmi Dimulai, Prabowo Minta Selesai Secepatnya

Proyek Rabat Beton Dana Desa Rp223 Juta di Desa Sanding Petir Retak, Pihak Desa Belum Bisa Dikonfirmasi

Komisi Informasi Jabar Menangkan Bpkp, Diskominfo Kota Bandung Diperintahkan Buka Dokumen Anggaran Kemitraan Media

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.