Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Dirut Sritex 2014–2023 Iwan Setiawan Lukminto Diamankan Kejagung Terkait Dugaan Korupsi Kredit Rp 3,6 Triliun

Dirut Sritex 2014–2023 Iwan Setiawan Lukminto Diamankan Kejagung Terkait Dugaan Korupsi Kredit Rp 3,6 Triliun

Nasional Kamis, 22 Mei 2025 3:51 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) menangkap Iwan Setiawan Lukminto, Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) periode 2014–2023 yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama perusahaan tersebut. Penangkapan dilakukan pada Selasa malam (20/5/2025) pukul 24.00 WIB di kawasan Jalan Tondano, Kota Solo, Jawa Tengah.

Penangkapan ini dilakukan oleh tim penyidik dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung sebagai bagian dari proses penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian kredit senilai Rp 3,6 triliun dari sejumlah bank kepada Sritex. Penangkapan ini dilakukan setelah tim menyatakan ada potensi Iwan akan melarikan diri, sehingga keberadaannya dipantau dan akhirnya diamankan.

Advertisement

“Yang bersangkutan tadi pagi sudah sampai di Kejagung setelah diterbangkan dari Solo dan kini tengah dilakukan pemeriksaan secara intensif,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, dalam konferensi pers di Gedung Kejagung, Jakarta, Rabu (21/5/2025).

Harli menjelaskan bahwa saat ini status hukum Iwan masih sebagai saksi, namun ia sedang menjalani pemeriksaan mendalam. Tim penyidik juga tengah melakukan deteksi terhadap perangkat komunikasi elektronik milik Iwan guna menelusuri lebih jauh dugaan keterlibatannya dalam kasus tersebut.

BACA JUGA:  Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

“Informasinya bahwa yang bersangkutan menerima pencairan kredit dari berbagai bank, termasuk bank swasta. Namun yang kami tangani secara spesifik melibatkan empat bank, terdiri dari tiga bank daerah dan satu bank pelat merah,” tambah Harli.

Meski Sritex merupakan perusahaan swasta, Kejagung tetap melakukan penyidikan karena sejumlah fasilitas kredit diberikan oleh bank milik negara, sehingga mengandung unsur keuangan negara. Hal ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yang menyatakan bahwa keuangan daerah dan perbankan negara merupakan bagian dari keuangan negara.

“Ini yang menjadi dasar kami tetap melakukan proses hukum. Dugaan korupsinya sedang kami gali, dan saat ini perkara masih bersifat umum. Artinya, belum ada tersangka yang ditetapkan,” tegas Harli.

Pihak Kejagung juga menegaskan bahwa penyelidikan ini bersifat strategis, mengingat besarnya potensi kerugian negara yang bisa timbul dari praktik kredit yang tidak sesuai prosedur. Selain memeriksa Iwan, penyidik juga tengah menyisir dokumen-dokumen keuangan dan transaksi antara Sritex dengan perbankan terkait, termasuk pihak-pihak lain yang mungkin terlibat.

BACA JUGA:  OTT KPK: Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Resmi Ditangkap

Harli juga menambahkan bahwa penangkapan terhadap Iwan dilakukan setelah pihaknya mengantongi informasi intelijen terkait pergerakan yang bersangkutan. “Penyidik telah melakukan pelacakan ke sejumlah lokasi, dan akhirnya yang bersangkutan berhasil diamankan di Solo. Prosesnya sesuai dengan standar penyidikan dan tidak dilakukan secara tergesa-gesa,” katanya.

Sebelumnya, kasus dugaan korupsi di tubuh Sritex mulai mencuat ketika laporan keuangan perusahaan menunjukkan indikasi adanya penggunaan dana pinjaman dalam jumlah besar yang tidak jelas alokasinya. Kejagung pun bergerak cepat untuk mengusut dugaan tersebut demi menjaga kredibilitas sektor perbankan nasional dan perlindungan terhadap keuangan negara.

Meski saat ini belum ada pihak yang secara resmi ditetapkan sebagai tersangka, Kejagung menegaskan bahwa proses hukum akan terus berlanjut, dan tidak menutup kemungkinan akan ada penetapan tersangka dalam waktu dekat setelah hasil pemeriksaan dan audit forensik rampung.

Advertisement

Korupsi
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version