Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Polda Metro Jaya Siap Buka Kembali Penyidikan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

Polda Metro Jaya Siap Buka Kembali Penyidikan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

Nasional Selasa, 2 Juni 2026 21:01 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Sikap patuh hukum ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya dalam menanggapi hasil sidang gugatan sengketa penyidikan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Otoritas kepolisian berjanji akan menyelaraskan langkah ke depan dengan aturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Dikutip dari ‘detikNews’, sengketa hukum ini berkaitan erat dengan dikabulkannya sebagian gugatan praperadilan yang diajukan oleh Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) selaku perwakilan hukum dari aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Kasus pokok dari perkara ini adalah insiden penyiraman zat kimia berbahaya berupa air keras yang menimpa sang aktivis. Melalui ketetapan hakim, Polda Metro Jaya kini diwajibkan untuk meneruskan kembali proses penegakan hukum perkara tersebut.

Advertisement

Merespons perintah pengadilan tersebut, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, memberikan pernyataan resmi di hadapan wartawan pada (2/6/2026). Iman menegaskan dedikasi institusinya untuk tetap tunduk pada supremasi hukum.

“Pertama terkait dengan putusan peradilan pada PN Jakarta Selatan sehubungan dengan korban saudara Andrie Yunus tentunya kami menghormati apa yang menjadi putusan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,” tegas Iman.

Lebih lanjut, Iman menjelaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen penuh mematuhi aturan legal formal serta siap membangun komunikasi intensif dengan para ‘stakeholder’ terkait demi mengawal penuntasan kasus ini.

BACA JUGA:  Yusril Tegaskan Pemerintah Tak Pernah Larang Pemutaran Film ‘Pesta Babi’

“Dan kami akan berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang sudah ditetapkan oleh negara, sebagai penegak hukum tentunya kami akan berpedoman pada hal tersebut dan kami akan berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait dengan permasalahan dimaksud,” urai Iman secara rinci.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, turut menjabarkan dinamika di balik jalannya persidangan praperadilan tersebut. Budi meluruskan tuduhan pemohon mengenai status perkara dengan membeberkan pertimbangan objektif hakim tunggal yang mengadili perkara. Berdasarkan fakta persidangan, hakim menolak dalil pemohon mengenai adanya penghentian kasus secara sepihak ataupun kelalaian yang disengaja dalam penyidikan.

Budi menjabarkan isi amar putusan tersebut secara detail: “Ada dua yang dilakukan gugatan oleh pemohon terkait tentang perkara sudah dihentikan secara diam-diam, dan yang kedua ada penundaan penanganan perkara. Hakim tunggal menyatakan bahwa tidak memenuhi syarat sepenuhnya, seutuhnya, menolak secara sepenuhnya, dengan alasan bahwa tidak ditemukan pertimbangan yang menyatakan termohon telah melakukan penghentian penyidikan maupun penghentian penanganan perkara secara diam-diam, artinya proses penghentian perkara itu belum dilakukan, sehingga tidak bisa dikabulkan,” beber Budi.

BACA JUGA:  DPR Gelar Pertemuan dengan Jajaran Pejabat Bank Indonesia Saat Rupiah Terperosok ke Rp 17.660

Ia pun menambahkan klausul kedua yang ikut ditolak oleh pengadilan: “Yang kedua bahwa Hakim juga menyimpulkan bahwa tidak adanya fakta hukum yang menunjukkan termohon melakukan penanganan perkara secara berlarut-larut,” lanjut Budi.

Meskipun dua dalil gugatan dari pemohon diputuskan gugur, Budi menerangkan bahwa hakim memutus jalan tengah dengan mengeluarkan perintah kelanjutan investigasi. “Artinya dua klausul yang diajukan itu secara sepenuhnya ditolak oleh Hakim, tapi Hakim mengembalikan bahwa proses mengabulkan permohonan untuk sebagian dengan memerintahkan termohon untuk melanjutkan penanganan perkara,” pungkas Budi menutup penjelasannya.

Sebagai informasi latar belakang, penanganan kasus teror air keras terhadap Andrie Yunus sempat bergulir secara dinamis. Perkara ini awalnya ditangani oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri sebelum akhirnya dilimpahkan ke penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya karena adanya titik temu ‘locus’ dan ‘tempus delicti’ (kesamaan lokasi dan waktu peristiwa). Di sisi lain, lingkaran penegakan hukum dalam kasus ini juga sedang berjalan di Pengadilan Militer Jakarta, mengingat ada empat personel tentara yang berstatus sebagai terdakwa, yaitu Serda Edi Sudarko, Lettu Budhi Hariyanto Widhi, Kapten Nandala Dwi Prasetyo, serta Lettu Sami Lakka.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

KPK Jawab Desakan Mahfud MD Terkait Kasus Febrie

Nasional

Habib Rizieq Kritik Mahfud MD Soal Sikapnya Plin-Plan

Nasional

Seleksi CPNS 2026 Disiapkan, Pemerintah Petakan Kebutuhan dan Anggaran

Nasional

Resmi Mendaftar ke Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Bersiap Menuju Pemilu 2029

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.