Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Indikator Kekuatan Jokowi yang Perlu Diperhitungkan » Halaman 2

Indikator Kekuatan Jokowi yang Perlu Diperhitungkan

Opini Kamis, 21 Desember 2023 2:43 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
jokowi-spill-penampakan-kamar-tidurnya-di-istana-garuda-ikn-dok-instagram-jokowi-2_169 (1)

Advertisement

Ke-empat, faktor lain yang menjadi sorotan adalah adanya prasangka di kalangan publik terkait kemungkinan kondisi aparatur TNI dan Polri yang telah diarahkan untuk mendukung koalisi pasangan calon Prabowo-Gibran. Terdapat spekulasi bahwa Jokowi telah mengarahkan Polri, sementara Prabowo memiliki kendali terhadap TNI. Sekali lagi ini hanya sebuah prasangka. Baik Jokowi maupun Prabowo, kedua tokoh ini dipandang memiliki kekuatan untuk merangkul dan mengarahkan aparatur keamanan. Kedua institusi tersebut berpotensi memengaruhi dukungan masyarakat, terutama karena mereka memiliki pendekatan yang khas dalam memperoleh dukungan politik. Polri telah menegaskan kenetralannya.

Sebagaimana juga TNI menegaskan netralitasnya dan webnya tni.mil.id:

Advertisement

“Netralitas TNI pada perhelatan Pemilu 2024 tidak perlu diragukan lagi, bahkan TNI sudah meluncurkan Posko Pengaduan Netralitas TNI di penghujung tahun 2023 silam. “TNI memegang teguh Netralitas TNI pada Pemilu 2024, itu sudah final,” ujar Kapuspen TNI.”

Terkait pernyataan Kapolri bahwa Polri akan bersikap netral dalam pemilu 2024, hal ini justru memperkuat kecurigaan publik mengenai sikap netralitas Polri pada pemilihan sebelumnya, khususnya dalam pemilu 2019. Pernyataan seperti itu justru memicu image sebagian publik bagi mereka yang kritis.

Kelima, dukungan dana kampanye yang sangat kuat dari Tim Kampanye Nasional (TKN) dapat dilihat dari dukungan yang signifikan dari para pengusaha. Sebagian masyarakat mencurigai bahwa para pengusaha sudah dikondisikan untuk mendukung salah satu paslon. Sebuah hal lumrah karena kekuasaan yang masih berada di tangan Jokowi, sehingga secara tidak langsung dicurigai bahwa Jokowi mampu memberikan tekanan terhadap para pengusaha kelas atas untuk memberikan support dana untuk kepentingan kampanye TKN. Kecurigaan publik seperti ini harus dipahami dalam ruang diskursus yang lebih luas.

BACA JUGA:  Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

Keenam, sementara itu, adanya berbagai program kesejahteraan rakyat dan bantuan sosial seperti Program Indonesia Pintar (PIP), Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS), Program Keluarga Harapan (PKH), serta Bansos Rastra atau Bantuan Pangan Non Tunai menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk membentuk citra positif di mata masyarakat. Sebenarnya, ada banyak program sosial lainnya yang mungkin bersifat eksklusif dan tidak begitu dikenal oleh publik secara umum.

Jadi 6 indikator ini adalah bentuk kekuatan strategis yang dimiliki oleh Jokowi dan akan digunakan oleh TKN paslon Prabowo-Gibran. Semua indikator tersebut dipastikan akan memberikan kontribusi dalam perolehan suara Prabowo Gibran pada pemilu 2024 nanti.

Lalu kekuatan taktisnya adalah bagaimana gerakan kampanye paslon Prabowo-Gibran untuk menciptakan citra bagi pemerintahan mereka, apabila mereka memenangkan pemilu. Hingga saat ini dukungan publik atau masyarakat terhadap Jokowi masih kuat walaupun pun menurut Libang Kompas, saat ini citra Jokowi sudah menjadi 81,3 persen. Namun walaupun citra Jokowi menurun tetapi angka tersebut menunjukkan dukungan masih kuat dan signifikan. Masalahnya, paslon Prabowo-Gibran memproklamirkan bahwa mereka sebagai penerus Jokowi atau program Jokowi. Artinya proses yang diharapkan oleh paslon Prabowo Gibran adalah warisan citra Jokowi kepada paslon Prabowo-Gibran.

BACA JUGA:  Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

Kekuatan lain yang dimiliki oleh paslon Prabowo Gibran itu adalah sistem kampanye yang masif dengan berbagai target dan sasaran. Salah satunya adalah menghilangkan image Prabowo adalah militer pasti kejam, ia pernah menculik. Ini adalah icon tandingan.

Sedangkan ikon yang dibangun oleh paslon Prabowo Gibran, diantaranya Ikon gemoy. Gemoy itu mengandung makna bahwa Prabowo itu orangnya santai bukan orang yang kejam, bukan orang yang kaku, dia dinamis, mau bersahabat, merakyat, itu cukup disimbolkan dengan Joget ia milik komunitas muda juga bukan cuma orang tua.

Dalam konteks yang berbeda, beberapa pengamat politik melihat bahwa gaya yang digunakan oleh TKN atau Prabowo Subianto memiliki kemiripan dengan strategi yang diterapkan oleh Bongbong Marcos di Filipina. Mereka mencatat bahwa Bongbong berhasil mengubah persepsi publik terhadap dinasti keluarganya.

Anak dari mantan Presiden Filipina, Ferdinand Marcos, yaitu Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr., menjadi perhatian karena mampu mengelola citra keluarga mereka yang sebelumnya bermasalah terkait tindakan korupsi pada masa pemerintahan ayahnya. Bongbong Marcos Jr. secara aktif terlibat dalam politik Filipina dan telah menunjukkan upaya dalam merestrukturisasi citra keluarga mereka dari masa lalu yang kontroversial.

Penulis:
Binan Zayyada
Pemerhati Politik dan Budaya
Tinggal di Banten

Advertisement

1 2
Joko Widodo Survei
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Opini

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Opini

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

Opini

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Opini

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

BERITA TERBARU

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version