Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Menakar Peluang Kebangkitan Ekonomi Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Menakar Peluang Kebangkitan Ekonomi Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Opini Kamis, 13 November 2025 22:26 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

Penulis: Agus Hiplunudin

GazanaPublika.com – Pemerintah meluncurkan program unggulan melalui Inpres No.9/2025 Tentang Satuan Tugas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan tidak tanggung-tanggung pada mulanya program ini diperkirkan akan menelan anggaran senilai 400 Triliun Rupiah dengan rincian anggaran 4 hingga 5 Miliar per desa/kelurahannya. Akan tetapi direvisi menjadi hanya 3 Miliar per KDKMPnya dengan tenor selama enam tahun.

Advertisement

KDKMP digagas langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, menurutnya koperasi merupakan simbol ekonomi kerakyatan di dalamnya terdapat asas gotong royong dan semangat kekeluargaan sebagai jiwa Bangsa Indonesia.

Presiden pun serius dalam merealisasikan program ini, hal tersebut dibuktikan dengan peluncuran kelembagaan sebanyak 80.081 KDKMP oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli 2025 di Koperasi Desa Merah Putih Bentangan, Klaten.

KDKMP Menciptakan Pemerataan Ekonomi Secara Holistik

Dengan adanya KDKMP maka nilai ekonomi pertanian dapat dijaga stabilitasnya sebab para petani dapat menyalurkan hasil pertaniannya melalui KDKMP dengan demikian ini dapat memutus rantai hubungan petani dan tengkulak yang selama ini merugikan patani sebab mereka (tengkulak) memainkan harga sesuai dengan kehendak mereka yang berprinsip membeli semurah mungkin dan menjual semahal mungkin, dengan adanya KDKMP hasil pertanian dapat dihilirisasi sehingga hal ini menguntungkan bagi para petani.

Begitupula arus komoditas pertanian dari desa ke kota dapat diatur sedemikian rupan ini merupakan upaya peningkatan ekonomi holistik yang dilakukan oleh pemerintah dari hulu ke hilir, dari desa ke kota.

BACA JUGA:  Peta Utuh Eksploitasi Struktural: Kelas Pekerja Bawah Seolah 'Sengaja Dipelihara' dalam Kemiskinan

Bagi penulis jika para petani sudah sejahtera maka rakyat Indonesia secara umumpun sejahtera karena Indonesia merupakan negara agraris (pertanian) masyarakatnya pun mayoritas adalah kaum tani. Jika kaum tani derajat ekoniminya bangkit maka itu adalah suatu penanda kebangkitan ekonomi Nusantara.

Menjadikan Desa Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa dengan adanya KDKMP nilai ekonomi hasil pertanian dapat terjaga, selain dari itu KDKMP juga diberi privilege keistimewaan untuk membuat gerai bisnis yang dapat dikembangkan.

Adapun gerai tersebut diantaranya Gerai Sembako (beras dan LPJ), Gerai Obat Murah/Apotik Desa, Gerai Klinik Desa, Gerai Kantor Koperasi yang nantinya difungsikan untuk penyaluran bantuan pemerintah seperti PKH dan bantuan sembako, Gerai Unit Simpan Pinjam untuk memfasilitasi pelaku usaha di perdesaan dengan pemilik modal dengan demikian dapat memutus mata rantai renenir di perdesaan, Gerai Pergudangan (cold storage/ cold chain) layanan pos/logistik, sewa tractor dan pendistribusian pupuk bersupsidi. KDKMP juga diberikan keleluasaan membuat gerai sesuai dengan potensi ekonomi desa serta kebutuhan masyarakat desa.

Dengan demikian KDKMP menjadi motor penggerak pertumbahan perekonomian di desa selain dari itu dengan adanya Gerai Simpan Pinjam KDKMP diharapkan dapat melahirkan aktor-aktor bisnis dari perdesaan dan untuk perdesaan sehingga paradigma orang desa harus kerja ke kota dapat berubah menjadi orang desa kerja di desa.

BACA JUGA:  Keadilan yang Tertunda: Mengapa Kasus Besar Selalu Menjadi Drama Berkepanjangan

Masyarakat desa tidak lagi bertumpu harapan peluang ekonomi di kota namun mereka mampu berdikari (berdiri dikaki sendiri) membuka peluang ekonomi di desanya sendiri.

KDKMP Sebagai Agregator

KDKMP dapat menjadi fasilitator kebijakan negara di level desa dan kelurahan dimana KDKMP berpotensi mengintegrasikan berbagai program ketahanan pangan lintas kementerian agar program tersebut tepat sasaran dilevel desa/kelurahan.

Dalam hal pemenuhuan pangan nasional dengan menorganisir surplus produksi lokal dimana KDKMP dapat memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat diluar desa melalui skema kerjasama antar koperasi,BUMN maupun swasta.

Begitu pula dengan pemenuhan kebutuhan pangan desa skala produksi yang terkoordinasi ditingkat desa dimana KDKMP turut menyokong pasokan pangan nasional secara berkelanjutan dan merata.

KDKMP juga berpotensi dapat memberikan devisa negara dalam hal ini melalui peningkatan produktivitas dan kualitas produk desa KDKMP membuka peluang untuk menjadi pemaso kindusteri pengolahan dan juga kesempatan ekspor komoditas unggulan yang bernilai tinggi.

Dengan demikian jika KDKMP berjalan secara efektif dan efisien maka kebangkitan ekonomi nusantara dapat diwujudkan salah satunya melalui KDKMP.

Penulis adalah peserta ToT Koperasi Garuda Yaksa Nusantara, Asrama Haji, Pondok Gede Jakarta Timur sekaligus Wakil Ketua DPD TMI Lebak.

Advertisement

Nusantara Obat Presiden
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Opini

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Opini

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Opini

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

Opini

Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.