Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Bahasa Wewengkon Telaah Bahasa Sunda (Budaya Sunda edisi 2)

Bahasa Wewengkon Telaah Bahasa Sunda (Budaya Sunda edisi 2)

Opini Jumat, 1 Desember 2023 20:36 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
suku-sunda

Advertisement

GAZANAPUBLIKA.COM – Perbedaan bahasa sering kali memicu kesalah-pahaman, apalagi perbedaan bahasa. Orang Jawa mengatakan ‘cokot’ maksudnya gigit, orang Sunda akan memahaminya ‘ambil’. Orang Sunda mengatakan Bola itu benang maka orang Jakarta akan memahaminya bola, alat olah raga.

Bahkan perbedaan artikulasi dan pemaknaan terdapat dalam satu rumpun bahasa. Sebagai bangsa yang kaya akan bahasa dan budaya, tidak bisa dipungkiri, Indonesia adalah surga yang memiliki banyak keanekaragaman khazanah sosial yang menyiratkan nuansa harmoni pada setiap lika-liku daerah pada lingkup Nusantara.

Advertisement

Katakanlah Sunda. Suku Sunda adalah salah satu suku di nusantara yang terkenal dengan keanekaragaman corak bahasanya meskipun semua jenis bahasa Sunda bermuara pada rumpun yang sama.

BACA JUGA:  OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Ada istilah ‘wewengkon’, secara etimologis artinya daerah. Lalu ada bahasa wewengkon, yakni salah satu pembeda corak atau dialek yang khas dari penggunanya sehingga bisa menunjukkan jati diri juga daerah asalnya.

Bahasa wewengkon merujuk pada dialek atau variasi bahasa yang digunakan di suatu wilayah atau daerah tertentu. Ini adalah variasi bahasa yang dapat berbeda dalam hal pengucapan, kosakata, tata bahasa, dan ekspresi yang digunakan dalam suatu komunitas atau wilayah geografis. Bahasa wewengkon mencerminkan keragaman bahasa yang terbentuk oleh pengaruh lokal, budaya, dan sejarah suatu daerah.

Perbedaan bahasa dan pengucapan setia bahasa lokal, meskipun terdengar sama, tetapi terkadang banyak perbedaan penyebutan atas benda. Begitu juga intonasinya atau aksen atau bertutur kata memiliki kekhasan.

BACA JUGA:  Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

Sebagai contoh, kata “ayam” dalam bahasa Sunda dialek Banten disebut “kotok”, sedangkan dalam bahasa Sunda dialek Priangan disebut “hayam”.

Selain itu, intonasi bahasa Sunda dialek Banten cenderung keras sedangkan intonasi bahasa Sunda dialek Priangan cenderung lebih naik-turun atau mengayun.

Hal ini sudah menjadi maklum bagi sesama suku Sunda menjadikan penilaian terhadap intonasi dan dialek seseorang sebagai ciri, sehingga mudah menebak asal daerah orang tersebut.

Ade Ahmad Syafrudin (Budayawan Banten)

Advertisement

Bahasa Budaya Sunda Tradisi
Ade Ahmad Syafrudin

BERITA LAINNYA

Opini

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Opini

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

Opini

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Opini

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

BERITA TERBARU

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Penggali Sumur di Malingping Meninggal, Tertimbun 7 Jam

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version