Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Ternyata Hewan Ini Tidak Bernapas

Ternyata Hewan Ini Tidak Bernapas

Ragam Rabu, 30 Juli 2025 4:17 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com – Di kedalaman dunia mikro yang tak terlihat oleh mata telanjang, para ilmuwan baru-baru ini menemukan sebuah makhluk kecil yang menantang hampir semua yang kita yakini tentang kehidupan: seekor hewan yang tidak bernapas. Ya, Anda tidak salah baca. Makhluk ini tidak membutuhkan oksigen untuk hidup. Tidak seperti manusia, tidak seperti burung, tidak seperti ikan, bahkan tidak seperti cacing tanah—makhluk ini benar-benar hidup tanpa satu molekul pun dari gas yang kita anggap esensial bagi kehidupan hewan.

Namanya Henneguya salminicola, dan ia hidup dengan tenang—dan tanpa napas—dalam otot ikan salmon. Sepintas, ia tak terlihat mengerikan. Ukurannya sangat kecil, jauh di bawah milimeter, dan bentuknya pun sederhana, nyaris seperti butiran kecil putih bening. Namun di balik penampilannya yang biasa, ia menyimpan rahasia biologis yang luar biasa: ia adalah satu-satunya hewan multiseluler yang diketahui tidak memiliki mitokondria, organel sel yang menjadi pusat produksi energi melalui respirasi oksigen.

BACA JUGA:  Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Advertisement

Saat para peneliti memetakan genom makhluk ini, mereka menggaruk kepala berkali-kali. Tak ada satu pun gen pengkode respirasi aerobik. Tak ada sisa-sisa mesin molekuler untuk memproses oksigen. Yang lebih mengejutkan lagi: tidak ada DNA mitokondria sama sekali. Dunia sains seolah dibuat terpana. Bagaimana bisa makhluk multiseluler, sebuah “hewan sejati”, hidup tanpa proses pernapasan seperti yang kita pahami selama ini?

Jawabannya belum sepenuhnya jelas. Tapi dugaan terkuat menyebutkan bahwa Henneguya salminicola memperoleh energi dengan cara yang sangat berbeda: ia kemungkinan besar menggunakan jalur fermentasi, mirip seperti yang dilakukan oleh beberapa mikroba. Atau lebih ekstrem lagi, ia bisa jadi “mencuri” energi dari tubuh inangnya, ikan salmon, tempat ia hidup sebagai parasit. Makhluk ini bahkan tidak punya mulut atau sistem pencernaan. Ia hanyalah serangkaian sel yang telah menyederhanakan dirinya selama jutaan tahun evolusi, membuang apa yang tak perlu, dan memilih cara hidup yang ekstrem namun efisien.

BACA JUGA:  Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Penemuan ini mengubah pemahaman dasar kita tentang batasan kehidupan. Jika ada hewan di Bumi yang bisa hidup tanpa oksigen, mungkinkah kehidupan di luar angkasa, di planet-planet dengan atmosfer berbeda, juga punya cara hidup yang tak kita bayangkan?

Henneguya salminicola bukan hanya makhluk kecil aneh. Ia adalah jendela menuju kemungkinan baru dalam ilmu hayati. Ia mengajarkan bahwa kehidupan bisa beradaptasi dengan cara-cara yang tak terduga, menantang logika, dan melampaui aturan yang selama ini kita anggap mutlak. Barangkali, ia adalah salah satu bukti bahwa kehidupan, dalam bentuknya yang paling murni, akan selalu menemukan jalan.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Ragam

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Ragam

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Ragam

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Ragam

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

BERITA TERBARU

Lada ‘Black Gold’, Artisnya Rempah-Rempah Zaman Kolonial

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.