Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Perhitungan Klasik Falak Taqribi, Pastikan 1 Syawal 1447H

Perhitungan Klasik Falak Taqribi, Pastikan 1 Syawal 1447H

Ragam Minggu, 8 Maret 2026 16:42 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Penulis: Uwa Suwung

GazanaPublika.com, Menuju berakhirnya bulan suci Ramadan, perhitungan astronomi Islam atau ilmu falak kembali menjadi rujukan awal dalam memprediksi datangnya Hari Raya Idulfitri. Melalui metode hisab falak taqribi klasik, sejumlah perhitungan dilakukan untuk memperkirakan posisi hilal penanda awal bulan Syawal 1447 Hijriah. Perhitungan ini dilakukan dengan markaz pengamatan di Ciparahu, Cihara, Kabupaten Lebak, dengan koordinat 06°49’ Lintang Selatan dan 106°11’ Bujur Timur pada ketinggian 165 meter di atas permukaan laut.

,Berdasarkan berbagai metode hisab yang bersumber dari sejumlah kitab falak klasik, muncul dua kemungkinan prediksi awal Syawal. Sebagian metode memperkirakan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, sementara sebagian lainnya memprediksi Sabtu, 21 Maret 2026. Perbedaan ini dipengaruhi oleh variasi hasil perhitungan tinggi hilal, elongasi bulan, serta lama keberadaan hilal setelah matahari terbenam.

Meski demikian, dalam tradisi penentuan kalender hijriah di Indonesia, hasil hisab tersebut pada dasarnya hanya berfungsi sebagai informasi awal dan pendorong untuk pelaksanaan rukyatul hilal. Keputusan resmi penetapan awal Syawal tetap menjadi kewenangan pemerintah melalui sidang isbat yang mempertimbangkan hasil rukyat serta kaidah fiqih yang berlaku.

Prediksi Hisab Tanggal 1 Syawal 1447 H

Lokasi (Markaz): Ciparahu, Cihara
Koordinat: 06°49’ LS – 106°11’ BT
Ketinggian: 165 mdpl
Standar Imkan Rukyat:
Irtifa’ 3° dan elongasi 6,4° (Neo MABIMS)

A. Versi Sulamunnairoin
Syawal 1447 H

1. Ijtima’
a. Waktu Ghurubiyah
• Hari : Kamis (05)
• Pukul : 13:16:04 GRB
b. Waktu Zawaliyah
• Hari : Kamis (05)
• Pukul : 07:16:04 WIS
c. Waktu Dairiyah (WIB/WITA/WIT)
• Hari : Kamis (05)
• Pukul : 07:19:26 WIB
• KWD : -00°03’22”
Ijtima’ Kontemporer
• Hari : Kamis Kliwon
• Tanggal : 19 Maret 2026
• Pukul : 08:26:16 WIB
Terbenam Matahari: 18:08:51 WIB

BACA JUGA:  ‘The Celestine Prophecy’ dan Pencarian Makna di Balik Kehidupan

Data Hilal

• Tinggi Hilal : 05°21’58”
• Lama Hilal : 21 menit
• Qous Nur Hilal : 00°23’16”
• Keadaan Hilal : Miring ke utara
• Letak Matahari : 00°44’ Selatan titik Barat
• Letak Hilal : Utara markaz
• Besar Cahaya Hilal : 0,39 jari

Kesimpulan: Prediksi 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M.

B. Versi Fathurrauf

Ijtima’
• Hari : Kamis (05)
• Pukul Ghurubiyah : 13°50’47”
• Pukul Zawaliyah : 07°50’47”
Ijtima’ Kontemporer
• Hari : Kamis Kliwon
• Tanggal : 19 Maret 2026
• Pukul : 08:26:16 WIB
Terbenam Matahari: 18:08:51 WIB

Data Hilal

• Tinggi Hilal : 05°04’37”
• Lama Hilal : 20 menit
• Qous Nur Hilal : 00°27’16”
• Keadaan Hilal : Miring ke utara
• Letak Matahari : 00°45’ Selatan titik Barat
• Letak Hilal : Utara markaz
• Besar Cahaya Hilal : 0,45 jari

Kesimpulan: Prediksi 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026.

C. Versi Badi’atul Mitsal
Ijtima’

• Hari : Kamis Kliwon
• Tanggal : 19 Maret 2026
• Pukul : 08:26:16 WIB
Irtifa’ Hilal: 04°19’15”

Ta’liqot Badi’ah

• Tinggi Hilal Hakiki : 02°13’18”
• Upper : 02°11’54”
• Center : 01°55’56”
• Lower : 01°39’57”
• Topo : 01°14’50”
• Elongasi Geosentris : 05°45’03”
• Elongasi Toposentris : 05°13’36”

Kesimpulan: Prediksi 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu Pahing, 21 Maret 2026
(Keterangan hisab: Istikmal)

D. Versi Nurul Ihsan

Ijtima’ akhir Ramadan 1447 H
• Hari : Kamis Kliwon
• Tanggal : 19 Maret 2026
• Pukul : 08:30 WIB
Terbenam Matahari: 18:08 WIB
Terbenam Hilal: 18:15 WIB
Data Hilal
• Tinggi Hilal Hakiki : 02°00’
• Tinggi Hilal Mar’i : 01°32’
• Elongasi Geosentris : 05°28’
• Elongasi Toposentris : 04°57’
Lama Hilal: 6 menit

BACA JUGA:  Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Kesimpulan: Prediksi 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu Pahing, 21 Maret 2026.

Ringkasan Hasil Hisab

Dari berbagai metode hisab falak klasik yang digunakan, terdapat dua kemungkinan penentuan awal Syawal 1447 H, yaitu:
• Jumat Legi, 20 Maret 2026
(Sulamunnairoin, Fathurrauf, Fadhlul Karim, Risalatul Qomaroin, Muntaha Nataiji al-Aqwal)
• Sabtu Pahing, 21 Maret 2026
(Badi’atul Mitsal, Nurul Ihsan, Irsyadul Murid, Nuru al-Anwar, Tadzkirotul Ikhwan, Tsimarul Murid)
Perbedaan ini terjadi karena variasi hasil perhitungan tinggi hilal, elongasi, dan kemungkinan terlihatnya hilal.

Catatan Penting

Perlu dipahami bahwa hisab hanyalah informasi dan alat bantu untuk pelaksanaan rukyatul hilal. Hisab bukan penentu mutlak awal Ramadan maupun Syawal. Dalam pelaksanaan ibadah, umat Islam tetap mengikuti kaidah fiqih dan keputusan otoritas yang berwenang.

Sebagaimana disebutkan oleh Sahl bin Abdullah At-Tustari dalam kitab Tafsir Al-Qurthubi Juz 5 halaman 249:

“Taatilah pemimpin dalam tujuh perkara: pencetakan uang, takaran, timbangan, hukum, haji, Jumat, hari raya, dan jihad.”

Penetapan awal Ramadan dan Syawal melalui sidang isbat merupakan kewenangan pemerintah. Selama keputusan tersebut diambil dengan metode yang sesuai syariat, maka umat Islam dianjurkan untuk mengikutinya.

Kaidah fiqih menyebutkan:

حكم الحاكم يرفع الخلاف

“Keputusan pemerintah menghilangkan perbedaan pendapat.”

Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat di atas kesesatan. Apabila kalian melihat perselisihan, maka ikutilah golongan yang paling banyak (mayoritas).” (HR. Ibnu Majah No. 3950)

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Ragam

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Ragam

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Ragam

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Ragam

Bukan Sekadar Membaca: Ini Cara Menyerap Ilmu Paling Ampuh Menurut Sains, Metafisika, dan Mistis

BERITA TERBARU

Tren Sengketa Informasi di Jabar Bergeser ke Sektor Pendidikan, Dipicu Alokasi Dana BOS

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Copot Jabatan Pimpinan, Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik ‘SPPG’

Kasus Korupsi BGN: Eks Kepala dan Dua Mantan Wakil Resmi Menyandang Status Tersangka

Polda Banten Meringkus Debt Collector Yang Melakukan Perampasan dan Penganiayaan Terhadap Personel Brimob

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Menelusuri Potensi Cara Berpikir yang Tertulis dalam Untaian DNA, Ini Cetak Birunya

Mengurai Dialektika Genetika, Epigenetika, dan Jati Diri Klan Leluhur

Kritik dan Dialektika Kebijakan Alokasi Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.