Advertisement
GazanaPublika.com – Kepelbagaian bahasa menjadi jendela yang memperkaya warisan budaya suatu bangsa. Di antara keragaman bahasa di dunia, terdapat perpaduan leksikon yang menarik antara Bahasa Pilipina dengan bahasa-bahasa di Indonesia, termasuk bahasa daerahnya. Meskipun memiliki latar belakang sejarah dan budaya yang berbeda, kita dapat menemukan banyak kesamaan dan persamaan antara kosa kata dalam Bahasa Pilipina dengan Bahasa Indonesia.
Hubungan antara Bahasa Pilipina dan Bahasa Indonesia tidak hanya mencakup kata-kata serupa dalam ejaan dan pengucapan, tetapi juga menunjukkan warisan budaya dan sejarah yang berkaitan. Kedua bahasa ini telah saling memengaruhi sepanjang waktu, menciptakan jaringan kata-kata yang menghubungkan masyarakat di wilayah ini.
Advertisement
Proses ini terwujud dalam ungkapan sehari-hari, istilah teknis, dan kosakata khusus yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui perpaduan ini, terbentuklah kesamaan yang memudahkan komunikasi antar masyarakat, menciptakan ikatan budaya yang erat.
Dalam perjalanan tulisan ini, kita akan menjelajahi kekayaan kata-kata yang menghubungkan Bahasa Pilipina dengan Bahasa Indonesia serta bahasa-bahasa daerah di Indonesia. Mari kita saksikan keindahan perjumpaan leksikon yang mencerminkan persaudaraan budaya antara dua bangsa yang memiliki sejarah panjang dan kaya.
Keterkaitan kosakata antara Bahasa Pilipina dan Bahasa Indonesia sebagian besar dapat dijelaskan melalui konsep rumpun bahasa yang sama, yaitu rumpun bahasa Austronesia. Kedua bahasa ini termasuk dalam rumpun bahasa tersebut, yang memiliki akar dan nenek moyang linguistik yang serupa.
Rumpun bahasa Austronesia mencakup berbagai bahasa yang tersebar luas di wilayah Asia Tenggara, Oseania, dan bagian dari Pasifik. Keterkaitan ini menciptakan kesamaan dalam struktur bahasa, tata bahasa, dan kosa kata antarbahasa yang termasuk dalam rumpun ini.
Seiring dengan sejarah perjalanan manusia dan interaksi budaya di wilayah tersebut, Bahasa Pilipina dan Bahasa Indonesia saling memengaruhi dan mengadopsi kata-kata dari satu sama lain. Ini menciptakan fenomena linguistik yang menghasilkan persamaan leksikon dan ekspresi yang dapat ditemui dalam percakapan sehari-hari.
Meskipun perbedaan budaya dan sejarah tetap ada, rumpun bahasa Austronesia memberikan dasar yang kuat untuk keterkaitan ini. Oleh karena itu, walaupun Bahasa Pilipina dan Bahasa Indonesia memiliki keunikan masing-masing, mereka dapat menunjukkan keterkaitan erat dalam pemakaian kata-kata dan ungkapan yang berasal dari akar yang sama dalam rumpun bahasa Austronesia.
Bahasa Pilipina (Bahasa Pilipina dan Bahasa Indonesia memiliki sejumlah kosa kata yang serupa atau mirip, menunjukkan adanya pengaruh dan keterkaitan antarbahasa tersebut.
Kesamaan tersebut berangkat dari arti (semantik) atau kemiripan secara artikulasi, baik dengan bahasa Indonesia EYD maupun dengan beberapa bahasa daerah di Indonesia.
Berikut beberapa contoh kosa kata yang memiliki kesamaan atau kemiripan:
Bahasa Pilipina – Indonesia
1. Kembar – Kambal
2. Laut – Laot
3. Anak – Anak
4. Hujan – Ulan
5. Bulan – Buwan
6. Angin – Hangin
7. Langit – Langit
8. Mata – Mata
9. Bersama – Kasama
10. Minum – Inom
11. Taon = Tahun
12. Ito = Itu
13. Sapato = Sepatu
14. Tainga = Telinga
15. Kuko = Kuku
16. Bato = Batu
17. Kuko=Kuku
18. Sakit=Sakit
19. Payong=Payung
20. Baboy=Babi
21. Dingding=Dinding
22. Kami=Kami
23. Kusing=Kucing
24. Mangkok=Mangkuk/Mangkok
25. Pako=Paku
26. Buwaya = Buaya
27. Kambing = Kambing
28. Ina = Ina (Bima, Bugis) artinya ibu
29. Ama = Ama (Sunda, Bima) artinya Bapak
30. Kalabaw = Kerbau
31. Tainga = Telinga
32. Lalaki = Lelaki
33. Mata/ Matay = Mata
34. Sakit = Sakit
35. Kami = Kami
36. Sabon = Sabun
37. Bayar = Bayar
38. Takot = Takut
39. Apoy = Api
40. Matay = Mati
41. Katok = Ketuk
42. Lambot= Lembut
43. Pandak = Pendek
44. Balita = Berita
45. Kulang = Kurang
46. Libo = Ribu
47. Sulat = Surat
48. Bawang = Bawang
49. Dapat = Dapat (harus)
50. Gulay = Gulai
51. Hari = Hari
52. Ito = Itu
53. Lagi = Lagi (sedang)
54. Salamat = Selamat
55. Sama-sama = Dama-sama
56. Sandok = Sendok
57. Suka = Suka
58. Suso = Susu (Payudara)
59. Basa = Baca
60. Bili = Beli
61. Itim = Hitam/ Item (Betawi)
62. Pasok = Masuk
63. Pulo = Pulau/ pulo
64. Puti = Putih
65. suka = cuka
66. Tanghali = Tengah hari
67. Utak = Otak
68. Balot = Belut
69. Bangon = Bangun
70. Tawad = Tawar
71. Isa = (Sansekerta: Esa) artinya satu
72. Apat = (Sunda = Opat, Jawa = Papat) artinya empat
73. Lima = Lima
74. Anim = Enam
75. Pito = (Jawa = pitu) artinya: tujuh
76. Walo = (Jawa= Wolu) artinya: delapan
Advertisement
