Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Pawang Wanita Pertama di Indonesia

Pawang Wanita Pertama di Indonesia

Ragam Sabtu, 24 Agustus 2024 14:56 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Sutirah pawang hewan wanita pertama di Indonesia

Advertisement

GazanaPublika.com – Profesi pawang hewan tentunya bukanlah hal yang mudah. Diperlukan skill dan keberanian yang tinggi. Seperti Sutirah yang menjadi pawang hewan wanita pertama di Indonesia.
Sutirah, seorang perempuan kelahiran Bandung, 1863 yang sejak kecil memang memiliki keahilan khusus dalam berinteraksi dengan hewan yang ada di sekitar tempat tinggalnya.
Bahkan ketika remaja, Sutirah mulai dipercayakan oleh penduduk untuk membantu segala urusan yang berkenaan dengan ternak mereka.
Mulai dari menaklukkan kerbau maupun sapi yang mengamuk, bahkan menaklukkan biawak, ular maupun buaya yang merangsek masuk kampung.
Sekilas seperti tak ada rasa takut, Sutirah begitu santai saat berpose dengan salah satu hewan yang banyak ditakuti itu.

BACA JUGA:  Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Suatu hari, berkat keahliannya itu ia dipanggil ke sebuah perkebunan teh di Jawa Barat. Sutirah ditugaskan untuk diperbantukan menghalau macan tutul yang kerap mengganggu para pemetik teh di perkebunan itu.
Sutirah pun berhasil menghalau hewan buas itu, hingga akhirnya Sutirah dipekerjakan di Dierenbescherming Agentschappen (lembaga pengawasan hewan bentukan kolonial).
Sutirah sempat pula bekerja dengan Carl Wilhelm Weber, peneliti berkebangsaan Belanda kelahiran Jerman. Weber meneliti persebaran fauna di Indonesia.

Advertisement

Sutirah pun bekerjasama dengan Weber, ia berkesempatan menjelajah ke berbagai pelosok Tanah Air mulai dari Lombok, Sulawesi sampai ke Kepulauan Tanimbar untuk mengklasifikasi hewan vertebrata.
Kisah Sutirah tentunya sangat menginspirasi banyak pawang hewan perempuan di indonesia. Ia membuktikan emansipasi perempuan memang ada, bahwa perempuan mampu melakukan banyak hal sama seperti yang dilakukan laki-laki.

BACA JUGA:  Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Ragam

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Ragam

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Ragam

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Ragam

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version