Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Berapa Besar Bintang Raksasa UY Scuti di Galaksi Bima Sakti dan WOH G64 di Galaksi Lain

Berapa Besar Bintang Raksasa UY Scuti di Galaksi Bima Sakti dan WOH G64 di Galaksi Lain

Ragam Senin, 11 November 2024 21:26 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Bintang UY Scuti (Foto: IDNTimes.com)

Advertisement

GazanaPublika.com – Bintang terbesar yang pernah terdeteksi oleh para astronom adalah UY Scuti, sebuah raksasa merah yang bersemayam di galaksi kita, Bima Sakti. UY Scuti dikenal sebagai salah satu bintang terbesar yang manusia ketahui, sulit dibayangkan ukurannya yang begitu masif jika dibandingkan dengan bintang lainnya, termasuk Matahari. Pertama kali diidentifikasi pada tahun 1860 oleh para astronom di Observatorium Bonn di Jerman, saat itu belum ada yang menduga ukuran luar biasa yang dimilikinya.

Secara astronomis, ukuran UY Scuti sungguh menakjubkan. Bintang ini memiliki radius sekitar 1.700 kali lebih besar dari Matahari. Jika ditempatkan di pusat Tata Surya, tepiannya akan mencapai orbit Jupiter atau bahkan mendekati orbit Saturnus. Volume bintang ini begitu besar sehingga hampir 5 miliar Matahari bisa masuk di dalamnya. Meski memiliki massa sekitar 30 kali Matahari, UY Scuti lebih “longgar” atau kurang padat. Sebagai bintang yang berada di tahap akhir siklus hidupnya, lapisan luar UY Scuti mengembang karena reaksi fusi di intinya yang mulai berkurang.

Advertisement

UY Scuti berlokasi di arah konstelasi Scutum, pada bagian tengah Bima Sakti, sekitar 9.500 tahun cahaya dari Bumi. Dalam jarak tersebut, cahaya yang kita lihat saat ini dari UY Scuti adalah cahaya yang telah menempuh perjalanan ribuan tahun untuk sampai ke Bumi. Walaupun berukuran raksasa, UY Scuti tampak sebagai titik kecil yang redup dari perspektif Bumi dan hanya bisa diamati melalui teleskop yang kuat.

BACA JUGA:  Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Sebagaimana banyak bintang super raksasa lainnya, UY Scuti mendekati akhir hidupnya dan akan mengalami perubahan besar dalam beberapa juta tahun ke depan. Ketika fusi nuklir di intinya berhenti, lapisan-lapisan luar bintang ini akan runtuh, memicu ledakan supernova yang dahsyat. Supernova tersebut akan menyebarkan unsur-unsur berat ke ruang angkasa yang suatu hari dapat menjadi bahan pembentuk planet atau bintang baru. Setelah ledakan, UY Scuti kemungkinan akan meninggalkan sisa berupa bintang neutron atau lubang hitam.

Bintang QOH G64 (Foto: wikipedia)

Menariknya, bintang-bintang raksasa tidak hanya terbatas di Bima Sakti. Di luar galaksi kita, astronom juga terus menemukan bintang-bintang dengan ukuran luar biasa, meskipun pengukuran detailnya masih terbatas. Salah satu kandidat terbesar di galaksi lain adalah WOH G64, sebuah bintang super raksasa merah yang berada di Awan Magellan Besar, galaksi satelit Bima Sakti. WOH G64 memiliki radius sekitar 1.540 hingga 1.730 kali radius Matahari, mendekati ukuran UY Scuti, dan terletak sekitar 163.000 tahun cahaya dari Bumi.

BACA JUGA:  Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Selain WOH G64, bintang raksasa lainnya juga ditemukan di galaksi-galaksi tetangga, seperti Awan Magellan Kecil dan galaksi Andromeda. Beberapa di antaranya diperkirakan seukuran atau bahkan mungkin lebih besar dari UY Scuti, tetapi pengamatan masih menghadapi banyak kendala. Data yang ada sering kali kurang akurat karena jauhnya jarak dan keterbatasan instrumen pengamatan.

Dengan teknologi teleskop yang terus berkembang, astronom berharap dapat memperoleh data yang lebih akurat tentang bintang-bintang raksasa di galaksi lain, yang akan membantu kita lebih memahami alam semesta dan objek-objek luar biasa di dalamnya. Keberadaan bintang-bintang super raksasa seperti UY Scuti dan WOH G64 memberi kita gambaran mengenai skala alam semesta yang begitu luas, serta peran penting bintang-bintang dalam membentuk elemen-elemen yang ada di seluruh jagat raya.

Advertisement

Aksi Astronomi
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Ragam

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Ragam

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Ragam

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Ragam

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

BERITA TERBARU

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version