Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Apa itu Munggah Turunan

Apa itu Munggah Turunan

Ragam Senin, 16 Desember 2024 15:19 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com – Dalam tradisi Jawa, ada konsep yang dikenal sebagai munggah turunan, yaitu urutan generasi keluarga yang dimulai dari orang tua hingga ke leluhur paling jauh. Konsep ini tidak hanya menggambarkan hubungan kekerabatan, tetapi juga mencerminkan penghormatan terhadap leluhur yang telah memberikan kehidupan kepada generasi penerusnya.

Dalam budaya Jawa, silsilah keluarga memiliki makna mendalam. Tidak hanya sebagai identitas, tetapi juga sebagai pengingat asal-usul serta bentuk penghormatan kepada para pendahulu. Setiap nama dalam urutan munggah turunan memiliki istilah khusus yang menggambarkan posisi seseorang dalam struktur generasi.

Advertisement

Urutan ini dimulai dari orang tua (yang kita kenal langsung) hingga kepada leluhur yang keberadaannya sudah menjadi bagian dari cerita turun-temurun. Penamaan setiap generasi memiliki filosofi dan simbolisme, memperlihatkan pentingnya hubungan kekeluargaan dalam menjaga keberlangsungan tradisi dan adat. Berikut adalah urutan munggah turunan dalam tradisi Jawa:

Berikut susunan munggah turunan tersebut:

BACA JUGA:  Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

1. Wong tuwo (orang tua): bapak dan ibu.
2. Embah: kakek dan nenek, orang tua dari bapak dan ibu.
3. Buyut: kakek dan nenek buyut, orang tua dari embah.
4. Canggah: kakek dan nenek dari embah.
5. Wareng: orang tua dari canggah.
6. Udheg-udheg: orang tua dari wareng.
7. Gantung siwur: orang tua dari udheg-udheg.
8. Grepak senthe: orang tua dari gantung siwur.
9. Debok bosok: orang tua dari grepak senthe.
10. Galih asem: orang tua dari debok bosok.
11. Gropak waton: orang tua dari galih asem.
12. Mbah cendheng: orang tua dari gropak waton.
13. Mbah giyeng: orang tua dari mbah cendheng.
14. Mbah cumpleng: orang tua dari mbah giyeng.
15. Mbah ampleng: orang tua dari mbah cumpleng.
16. Mbah menyaman: orang tua dari mbah ampleng.
17. Mbah menya-menya: orang tua dari mbah menyaman.

BACA JUGA:  Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Dalam urutan tersebut, sebaliknya munggah turunan urutan ke bawah:

1. Wong tuwo (orang tua): bapak dan ibu.
2. Anak
3. Cucu
4. Buyut: kakek dan nenek buyut, orang tua dari embah.
5. Canggah: kakek dan nenek dari embah.
6. Wareng: orang tua dari canggah.
7. Udheg-udheg: orang tua dari wareng.
8. Gantung siwur: orang tua dari udheg-udheg.
9. Grepak senthe: orang tua dari gantung siwur.
10. Debok bosok: orang tua dari grepak senthe.
11. Galih asem: orang tua dari debok bosok.
12. Gropak waton: orang tua dari galih asem.
13. Mbah cendheng: orang tua dari gropak waton.
14. Mbah giyeng: orang tua dari mbah cendheng.
15. Mbah cumpleng: orang tua dari mbah giyeng.
16. Mbah ampleng: orang tua dari mbah cumpleng.
17. Mbah menyaman: orang tua dari mbah ampleng.
18. Mbah menya-menya: orang tua dari mbah menyaman.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Ragam

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Ragam

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Ragam

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Ragam

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

BERITA TERBARU

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen Warga Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.