Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Talek (Sumpah) (edisi 3)

Talek (Sumpah) (edisi 3)

Tasawuf Elegan Minggu, 21 Januari 2024 20:46 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
talek-atau sumoah

Advertisement

GazanaPublika.com – Dalam ajaran Islam, dianjurkan untuk mempelajari ilmu bela diri. Ilmu bela diri memiliki substansi yang lebih dari sekadar meningkatkan mental dan kewaspadaan. Selain itu, ilmu ini berfungsi untuk menjaga diri dari berbagai bahaya dan potensi gangguan yang dapat datang dari musuh atau individu yang bersikap bermusuhan. Mengingat pentingnya aspek ini, Allah SWT menyarankan umat-Nya untuk mempelajari ilmu bela diri sebagai bentuk upaya perlindungan diri.

Firman Allah SWT:

Advertisement

وَاَعِدُّوْا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ وَّمِنْ رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُوْنَ بِهٖ عَدُوَّ اللّٰهِ وَعَدُوَّكُمْ وَاٰخَرِيْنَ مِنْ دُوْنِهِمْۚ لَا تَعْلَمُوْنَهُمْۚ اَللّٰهُ يَعْلَمُهُمْۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يُوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” [QS. Al-Anfal : 60]

Penting untuk dipahami bahwa ilmu bela diri tidak hanya bersifat fisik semata, tetapi juga melibatkan aspek mental dan spiritual. Dengan memahami dan menguasai ilmu bela diri, seseorang dapat menjaga keamanan diri secara komprehensif dan menjaga keimanan kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, ajaran Islam memandangnya sebagai suatu bentuk pengetahuan yang memberikan manfaat dan keselamatan bagi individu. Dengan memahami dan mengikuti anjuran ini, umat Islam diingatkan untuk senantiasa melindungi diri dari potensi bahaya serta menghadapi musuh dengan bijaksana dan penuh kewaspadaan.

Siti Aisyah juga menceritakan bahwa dia pernah melihat Rasulullah sedang belajar bermain pedang. Dari As Sunah, Imam An Nawawi Rahimahullah menceritakan: Ucapan ‘Aisyah:

“Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menutupi aku dengan selendangnya, saat itu aku menyaksikan orang-orang Habsyah (Etiopia) yang bermain sedang-main, dan saat itu aku masih remaja, dalam riwayat lain- mereka bermain dengan alat -alat perang mereka di masjid Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

Pada kisah ini menunjukkan bolehnya memainkan senjata dan alat-alat perang lainnya di dalam masjid. (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 6/184)

Nabi Muhammad SAW mengajarkan beberapa hal lain, seperti keterampilan memanah, berkuda, dan berenang. Semua ini tidak hanya dipelajari untuk memiliki keahlian dalam beladiri dan ketangkasan yang include di dalamnya, tetapi juga untuk tujuan perang dan menjaga diri. Baik beladiri maupun keterampilan perang diajarkan hanya unruk tujuan menjaga diri seorang mukmin, dan tidak menganjurkan lakukan serangan agresif lebih dahulu.

Penting dicatat bahwa pembelajaran bela diri tidak memiliki spesifikasi tertentu mengenai jenis beladiri yang terbaik. Namun, disarankan untuk memahami bahwa setiap individu dapat menyesuaikan diri dengan kearifan lokal di daerahnya.

Sebagai contoh, di Banten, para sufi dari aliran Rifa’iyah menggabungkan pembelajaran ilmu bela diri Cimande sebagai bagian dari persiapan diri dan menyatu dengan pengajaran tasawuf. Sudah tentu, beladiri Cimande diintegrasikan dengan ajaran Islam yang tercermin dalam taleknya.

Foto: wordpress.com

Dalam perguruan Cimande dikenal dengan istilah “talek,” yang berarti sumpah. Sebenarnya dalam ilmu Cimande telah terdapat praktik tasawuf dengan memberikan talek kepada muridnya melalui proses mengambil sumpah. Sumpah ini bertujuan agar murid mampu menjaga dirinya dari perbuatan yang tidak terpuji, seperti melawan orang tua, sombong. kemaksiatan dan kemungkaran.

Beberapa isi talek yang diperkenalkan dalam ilmu Cimande antara lain:

• Harus taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
• Jangan melawan kepada ibu dan bapak serta orang yang sudah tua.
• Jangan melawan kepada guru dan ratu (pemerintah).
• Jangan jud! dan mencuri.
•  Jangan ria takabur dan sombong.
• Jangan berbuat z!na.
• Jangan bohong dan licik.
• Jangan mabuk-mabukan dan menghisap m4dat.
• Jangan jahil, menganiaya sesama makhluk Tuhan.
• Jangan memetik tanpa izin mengambil tanpa minta.
• Jangan suka iri hati dan dengki.
• Jangan suka tidak membayar hutang.
• Harus sopan santun, rendah hati,ramah tamah dan saling menghargai sesama manusia.
• Berguru Cimande bukan untun gagah-gagahan, kesombongan, dan ugal-ugalan, tapi untuk mencari keselamatan dunia dan akherat.

Tujuan Talek ini, seperti disebutkan adalah untuk menjaga diri seorang murid dari perbuatan yang tidak baik. Sebaliknya, apabila dilanggar ada konsekuensinya, murid akan mendapat akibat dari Allah SWT, termasuk mungkin mendapat bala dari-Nya.

Dengan cara ini, seorang murid akan berusaha menjaga dirinya dengan berpegang pada talek yang telah diucapkannya kepada guru. Dan Tarik ini juga bertujuan untuk meningkatkan derajat ilmu.

Meskipun saat ini mungkin tidak semua orang mengetahui keterkaitan antara Cimande dengan salah satu tarekat atau tasawuf, yang paling penting bukanlah mengenai pengakuan secara personal, melainkan nilai-nilai yang tercermin dalam prilaku pemegang beladiri tersebut.

Substansinya adalah menjaga diri dan kesetiaan kepada Allah, yang sebenarnya mencerminkan nilai-nilai dalam tasawuf. Jika bela diri diarahkan untuk jihad membela kebenaran, maka ajaran tasawufnya berkaitan dengan mujahadah. Karena jihad dan mujahadah erat kaitannya, di mana jihad melibatkan latihan fisik, sedangkan mujahadah mencakup latihan batiniyah.

Penulis:
Ki Banjar Agung

Advertisement

Tarekat Tasawuf
Ki Banjar Agung

Penulis

BERITA LAINNYA

Tasawuf Elegan

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf Elegan

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Tasawuf Elegan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

Tasawuf Elegan

Alam Gaib dan Alam Batin: Sebuah Refleksi Pemahaman Keimanan

BERITA TERBARU

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version