Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Menanggung Akibat

Menanggung Akibat

Tasawuf Elegan Senin, 24 Juni 2024 1:19 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto ilustrasi (apakareba.id)

Advertisement

Penulis: Ki Banjar Agung

GazanaPublika.com – Di dalam pendidikan Nafsiyah, terdapat sebuah sanksi yang diberlakukan ketika salah seorang peserta melakukan kesalahan. Uniknya, peserta yang melakukan kesalahan tersebut tidak dihukum, melainkan teman-temannya yang menerima hukuman akibat kesalahannya. Secara alami, hal ini membuat peserta yang tidak bersalah merasa kesal terhadap temannya yang melakukan kesalahan, dan kekesalan tersebut hanya bisa dipendam dalam hati. Tema inilah yang akan dibahas dalam tulisan ini.

Advertisement

Pola seperti ini sebenarnya mencerminkan kehidupan nyata di luar sana. Banyak orang yang tidak melakukan kesalahan tetapi harus menanggung akibat dari perbuatan orang lain. Perasaan kesal, sakit hati, dan menderita sering kali dirasakan dalam situasi seperti ini. Contoh kecilnya adalah ketika kita difitnah akibat perbuatan orang lain, sehingga kita merasa menjadi tersangka padahal tidak bersalah.

Ada juga kasus lain, misalnya kesalahan prosedur yang dilakukan oleh bawahan seorang polisi. Yang melakukan kesalahan sebenarnya adalah bawahannya, tetapi yang menanggung akibat dari kesalahan tersebut adalah pimpinannya yang dipecat karena harus bertanggung jawab.

Kasus serupa terjadi dalam persidangan, di mana seseorang dituduh melakukan kejahatan sementara pelaku sebenarnya bebas dan bahkan ikut menonton persidangan. Peristiwa seperti ini sering kali terjadi dan menimbulkan rasa ketidakadilan. Namun, apa yang bisa dipetik dari pengalaman seperti itu adalah pentingnya menguatkan kesabaran.

Dalam menghadapi situasi di mana seseorang dituduh atas perbuatan yang tidak dilakukannya, penting untuk melihatnya sebagai ujian nyata bagi diri sendiri. Dalam konteks tersebut, terutama jika tidak ada jalan untuk melawan, seseorang harus menerima penderitaan dengan kesabaran. Keterpaksaan menerima situasi yang tidak adil adalah salah satu fenomena sosial yang sulit dihindari, dan memerlukan kesadaran tinggi untuk menerima kenyataan.

Banyak situasi di mana seseorang tidak bisa melawan atau menghindar dari apa yang terjadi, dan hanya bisa menerimanya meskipun hati kecilnya sangat kecewa. Keterpaksaan itu adalah salah satu fenomena sosial yang menyakitkan, namun demikian, seseorang pada akhirnya harus memiliki kesadaran tinggi ketika sesuatu kejadian tidak bisa dihindari dan harus diterima dengan kesabaran dan keikhlasan.

Demikian pula dalam pemberian sanksi pada pendidikan Nafsiyah, seperti yang diceritakan di atas. Ada kisah tentang seseorang yang merasa diuntungkan dan tidak merasa bersalah, meskipun orang lain harus menderita akibat perbuatannya. Situasi ini juga memiliki makna filosofis seperti dalam kehidupan lainnya. Jika kita adalah orang yang diuntungkan, apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus menertawakan penderitaan orang lain, ataukah kita harus menyadari kesalahan kita dan menghindari membuat orang lain menderita akibat tindakan kita?

Di manakah peran kita saat hal-hal semacam itu terjadi? Apakah kita menjadi orang yang dihukum atas sebuah peristiwa padahal kita tidak melakukannya, ataukah kita adalah penyebab orang lain menderita dan tidak menyadarinya? Semua peran tersebut bisa saja terjadi, dan penting bagi kita untuk menyikapinya dengan bijaksana. Apapun kejadian yang menimpa, dimungkinkan untuk terjadi seperti aktor dalam sebuah drama kehidupan yang harus bersedia menerima peran apa pun dengan ikhlas.

Sebelum peristiwa yang tidak diinginkan terjadi, sebaiknya kita banyak berdoa kepada Allah untuk memohon perlindungan dari segala hal yang menekan kehidupan kita. Selalu memohon pertolongan kepada Allah, Tuhan yang Maha Penolong.

Advertisement

Tasawuf
Ki Banjar Agung

Penulis

BERITA LAINNYA

Tasawuf Elegan

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf Elegan

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Tasawuf Elegan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

Tasawuf Elegan

Alam Gaib dan Alam Batin: Sebuah Refleksi Pemahaman Keimanan

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.