Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Martabat dan Derajat

Martabat dan Derajat

Tasawuf Elegan Selasa, 16 Juli 2024 16:56 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

Penulis: Ki Banjar Agung

GazanaPublika.com –  Di zaman yang semakin modern ini tidak terasa sedikit demi sedikit kita diarahkan untuk semakin berpikir materialistis. Modernitas itu menghasilkan suatu efektivitas hidup dengan segala kemudahan yang ditawarkannya. Semua menjadi mudah untuk dilakukan, ketika ingin makan dan pada saat yang sama tidak tersedia makanan di rumah cukup memesannya lewat go-food. Ingin pergi ke mana-mana pun mudah asal punya ongkos yang tersedia mau pakai travel, mau pakai bis, pesawat atau apapun semua bisa dilakukan. Namun sadarkah kita bahwa kesadaran kita sudah mengalami perubahan terkontaminasi oleh materialisme.

Advertisement

Bagi yang dilahirkan pada tahun sebelum 80-an menjadi penyaksi keasrian alam dan seiring dengan itu pula sebetulnya kita masih merasakan kenyamanan dan kebahagiaan yang tidak dirasakan ketika kita hidup di zaman ini. Di zaman itu kita masih bisa meminta sesuatu ke tetangga dan mungkin saat ini pun masih terjadi di kampung-kampung tetapi memang intensitasnya sudah menurun karena dilibas oleh modernitas.

Sebagaimana yang disebutkan bukan berarti di zaman ini sepenuhnya jelek namun beberapa hal mengalami perubahan seperti merenggangnya ikatan sosial, setiap individu jauh dengan individu yang lain alias individualis, dan yang lebih tidak terasa lagi kesadaran kita sudah materialistis. Semua diukur oleh uang, semua ingin senang dengan dengan uang yang didapatkan, banyak orang ingin hidup borju dan hidup bersenang-senang. Orang akan disebut miskin apabila tidak punya uang apalagi tidak punya kekayaan. Melihat orang kaya sangat senang padahal yang dilihatnya hanyalah sawang sinawang.

Sebelumnya mohon maaf bahwa apabila uraian tulisan di atas terkesan sangat skeptis menyikapi perubahan padahal tidak semua orang pula yang berpikir seperti itu namun fenomenanya menjelaskan sebagian besar yang dialami oleh orang lain akibat munculnya modernitas sehingga mengakibatkan perubahan kesadaran.

Stigma manusia modern Itu yang dicari adalah martabat dan hanya sebagian saja yang masih memahami derajat. Martabat adalah suatu ukuran tingkatan kehidupan yang diraih di dunia yang mengubah status sosialnya. Sehingga martabat itu mengajarkan kepada manusia bahwa peningkatan nilai yang nyata di dunia itu hanya dengan mencapai status sosial. Apabila berpikir status sosial itu sesuatu yang sangat bernilai berarti itulah yang disebut materialistis. Apabila kita mengukur kehidupan dengan pentingnya suatu martabat secara tidak langsung kita pun mengabaikan orang-orang yang tidak memiliki martabat. Betul, ketika kita secara pribadi memiliki Stigma bahwa kemuliaan itu adalah dengan martabat dan kita ingin meraihnya maka efeknya pun akan melihat orang-orang yang tidak bermartabat itu tidak bernilai. Padahal kehidupan manusia itu tidak sepenuhnya diukur dengan martabat. Martabat itu hanyalah sebuah ukuran di dunia ini Namun bukan berarti orang yang tidak memiliki martabat itu tidak mulia apalagi disebut rendah. Karena ada kemuliaan yang lebih utama di hadapan Allah yaitu bagi orang yang memiliki derajat.

Derajat itu tidak bisa dinilai oleh manusia secara umum namun bisa saja dilihat oleh manusia yang telah mencapai hakikat. Derajat itu secara pandangan mata sangatlah abstrak karena bentuknya tidak zahir. Misalkan orang melihat derajat keilmuan yang dimiliki oleh orang lain, tentu saja sangat abstrak dan tidak bisa dilihat. Yang bisa dilihat paling tidak lembaga pendidikannya di mana tempat ia menuntut ilmu. Apalagi derajat ilmu agama memiliki tempat di akhirat apabila ilmu tersebut diamalkan. Allah adalah pemilik derajat dan memberikannya kepada orang-orang yang diridhoinya. Salah satu orang yang diridhoi oleh allah untuk diberikan derajat yakni orang-orang yang memiliki daya juang yang kuat untuk mencapai kemuliaan di hadapan Allah.

Derajat itu hanya bisa diraih dengan cara ibadah, menuntut ilmu dan melakukan perbuatan yang baik. Tidak selamanya martabat itu penting apabila kita berpikir soal derajat ini. Dan siapa bilang orang yang beribadah menuntut ilmu dan berbuat baik tidak menghasilkan apa-apa. Mungkin apabila di dalam ilmu agama hanya disebut sebagai suatu pahala saja sehingga mungkin saja bagi orang-orang tertentu tidak tertarik dengan pahala. Karena pahala itu sebetulnya mengandung derajat. Baik derajat maupun pahala itu sesuatu yang tidak bisa dirasakan. Tidak ada bentuknya yang bisa dilihat. Hanya bisa dinilai dengan keimanan dan keyakinan. Artinya hanya orang-orang yang beriman yang bisa meyakini pentingnya suatu derajat itu sehingga dia harus terus mengupayakan untuk meraihnya baik dengan ibadah, ilmu, maupun kebaikan.

Bagi orang-orang tertentu dan hal ini sangat nyata sekali bahwa tidak selamanya uang itu penting walaupun secara kepribadian mereka menyadari bahwa pada saat ini apapun membutuhkan uang untuk meraih sesuatu. Namun mindsetnya tidak seperti itu. Ketika kita tidak menganggap uang sebagai sesuatu yang penting bukan berarti kita tidak cukup uang. Yang penting tetapi tidak langsung dari Derajat yang kita inginkan dan raih. Tidak selamanya segala sesuatu itu diukur dengan uang. Bagi ahli dunia akan memahami pernyataan tersebut bahwa yang dimaksud bukan uang dan itu penting adalah harga diri. Tetapi bagi orang-orang yang telah menekuni di jalan allah bahwa sesuatu yang lebih penting dibandingkan uang ialah ketika kita kepada allah dan kita berupaya untuk menjadi manusia yang taat di hadapannya.

Advertisement

Tasawuf
Ki Banjar Agung

Penulis

BERITA LAINNYA

Tasawuf Elegan

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf Elegan

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Tasawuf Elegan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

Tasawuf Elegan

Alam Gaib dan Alam Batin: Sebuah Refleksi Pemahaman Keimanan

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.