Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Bertasawuf Mulai dari Hal-Hal yang Kecil

Bertasawuf Mulai dari Hal-Hal yang Kecil

Tasawuf Elegan Minggu, 25 Agustus 2024 14:53 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: Islamic-Center.or.id

Advertisement

Penulis: Ki Banjat Agung

GazanaPublika.com –  Belajarlah tasawuf dari hal-hal yang kecil dan hindarilah memandang ke arah mercusuar yang seperti menyimbolkan suatu kemegahan. Sadar atau tidak sadar di dalam hati itu memiliki potensi kemegahan bukan saja dalam hal urusan duniawi tetapi juga di dalam urusan-urusan agamawi. Orang-orang yang gagal bertasawuf biasanya ditandai dengan rajinnya membicarakan ketuhanan tetapi lupa dirinya bahwa dia lupa kepada Allah. Lupa kepada Allah itu dimaknai secara luas bukan saja lupa di dalam hal beribadah tetapi lupa kepada kewajiban dirinya untuk memperbaiki diri itu sehingga seseorang disukai oleh Allah.

Advertisement

Apalah artinya papan nama bahwa tersebut adalah tarekat ‘anu’ dan ‘saya adalah penganut tarekat anu’, tetapi dalam kesehariannya tidak mencerminkan di dalam dirinya sebagai penganut tarekat. Hal seperti ini adalah sesuatu yang sangat memalukan. Apalagi dalam isi pembicaraan yang mengandung kesombongan, ingin dipuji, menunjukkan eksistensi dirinya bahwa saya adalah sesuatu yang mulia dan yang bermartabat. Oleh karenanya Belajarlah dari hal yang kecil dari hal-hal seperti demikian untuk menghindarinya. Tasawuf atau tarekat itu bukan untuk dipamerkan kepada orang lain tetapi sebagai jalan hidup dan prinsip hidup yang harus dipegang dalam setiap perilaku. Berbicara urusan ketuhanan itu sesuatu yang mudah tetapi mengimplementasikannya di dalam diri sendiri adalah bukan perkara yang mudah.

Tuhan tidak butuh dibicarakan. Bahkan Allah itu tidak butuh dipatuhi tetapi kewajiban kita sebagai makhluk dan sebagai hambanya adalah memberikan pengabdian kepadanya atau menghamba. Percuma saja kita bicarakan jika kenyataannya di dalam diri kita masih banyak sifat yang membangkang. Memang membicarakan tasawuf adalah sesuatu yang nikmat namun sebetulnya yang paling nikmat ialah mengamalkannya.

Pemahaman ini bukan berarti tasawuf itu tidak bisa didiskusikan. Justru tasawuf itu memiliki pemahaman yang mendalam dalam hal amaliah dan juga persoalan ketuhanan. Namun yang dimaksud bukan dengan cara yang salah membicarakan tasawuf tapi membicarakan atau mendiskusikannya dengan tujuan untuk membangkitkan hati yang murni yang sadar agar kita lebih giat lagi dalam beribadah dan memperbaiki diri. Jauh hilang pembicaraan-pembicaraan yang hanya membangkitkan nuansa omong kosong belakang. Tetapi jadikanlah pembicaraan itu yang menimbulkan hikmah dan menjadi renungan bagi diri kita khususnya sebagai pelaku tasawuf.

Bahkan di dalam kesendirian kita, luangkanlah waktu untuk bermuhasabah bahwa sesungguhnya di dalam diri kita ini banyak kekurangan. “Ya Allah, ampunilah kami atas kekurangan-kekurangan kami dan jadikanlah kami orang yang senantiasa bersyukur kepadamu dan terimalah ibadah-ibadah kami dan jadikanlah kami berada diantara orang-orang yang soleh.”

Betul bahwa tasawuf adalah maqom dan derajat. Di dalamnya ada amal dan ada ilmu yang keduanya bersatu dan harus terus menyatu di dalam diri seseorang agar pada saatnya Allah meridhoi. (*)

Advertisement

Tarekat Tasawuf
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Tasawuf Elegan

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf Elegan

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Tasawuf Elegan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

Tasawuf Elegan

Alam Gaib dan Alam Batin: Sebuah Refleksi Pemahaman Keimanan

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.