Advertisement
GazanaPublika.com, Serang — Suasana penuh keceriaan dan haru mewarnai halaman SDN Citerep, Kecamatan Walantaka, Kota, Serang, saat sekolah ini menggelar Pentas Seni dan Kreativitas yang dirangkaikan dengan acara pelepasan siswa-siswi kelas 6, pada Kamis (19/6/2025).
Mengusung tema ‘Menggali Potensi, Bakat, dan Kreativitas Anak’, kegiatan ini menjadi momen yang sangat berkesan bagi para siswa yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan dasar mereka. Pentas seni ini sekaligus menjadi panggung ekspresi untuk menunjukkan hasil pembinaan karakter dan kreativitas selama enam tahun menempuh pendidikan di SDN Citerep.
Advertisement
Dalam acara tersebut, siswa-siswi kelas 6 tampil memukau melalui beragam pertunjukan seni, mulai dari tarian, paduan suara, hingga drama panggung bertema kebersamaan dan cita-cita masa depan. Ratusan orang tua, wali murid, serta para guru hadir dan tampak antusias menyaksikan penampilan anak-anak mereka.
Kepala SDN Citerep, Madnur, dalam sambutannya menyampaikan pesan khusus kepada para siswa yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ia menekankan pentingnya menjaga nama baik sekolah serta menjunjung tinggi nilai-nilai yang telah diajarkan.

“Selama enam tahun mereka belajar di sekolah ini, tentu banyak nilai dan pengalaman yang mereka dapat. Harapan kami, mereka tetap menjaga nama baik SDN Citerep dan mampu menunjukkan pribadi yang baik ketika berada di lingkungan sekolah yang baru,” ujar Madnur.
Lebih lanjut, Madnur menyampaikan harapannya agar para lulusan menjadi anak-anak yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama. Ia menegaskan bahwa sekolah dasar merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter dan masa depan siswa.
“Sekolah dasar adalah pondasi dan tonggak utama dalam kehidupan mereka ke depan. Kami sebagai pendidik hanya bisa mendoakan agar perjalanan mereka dimudahkan oleh Allah dan mereka kelak menjadi insan yang sukses, baik di dunia maupun akhirat,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu guru, Nuryasin turut mengungkapkan rasa bangganya terhadap para siswa. Menurutnya, acara ini bukan sekadar perpisahan, tetapi juga ruang untuk memperlihatkan bahwa pendidikan mencakup aspek nilai dan kreativitas.
“Kami bangga dengan semangat dan kreativitas anak-anak. Ini bukan hanya seremoni kelulusan, tetapi juga ajang pembuktian bahwa pendidikan bukan sekadar soal angka, tapi juga tentang karakter dan ekspresi diri,” tuturnya haru.
Nuryasin menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan ajang puncak kreasi yang bersifat purna di saat para siswa akan menggalkan sekolah SDN Citerep selamanya.
“Oh ya, ini adalah kegiatan purna, sebab mereka akan meninggalkan sekolah ini selamanya,” ungkapnya.
Antusiasme juga datang dari para orang tua siswa. Salah satunya, Dewi, orang tua dari siswi kelas 6, yang tampak terharu menyaksikan penampilan anaknya di atas panggung.
“Rasanya campur aduk, antara bangga dan sedih. Bangga karena anak-anak tampil percaya diri, sedih karena mereka akan meninggalkan masa-masa kecil yang indah di sekolah ini. Terima kasih untuk para guru yang telah sabar dan setia membimbing anak kami selama enam tahun,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Acara ditutup dengan prosesi pelepasan simbolik, pembacaan doa, dan penyerahan kenang-kenangan antar siswa dan guru. Banyak siswa, guru, dan orang tua yang larut dalam suasana emosional, menandai akhir dari sebuah babak yang penting dalam kehidupan pendidikan anak-anak.
SDN Citerep berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya memperkuat hubungan sekolah dengan orang tua, tetapi juga membentuk generasi yang unggul secara akademik maupun karakter.
Advertisement
