GazanaPublika.com, Lebak – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Rangkasbitung terus berinovasi dalam pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di sektor agribisnis dengan menggandeng Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak. Hal ini dilakukan guna memaksimalkan implementasi Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dan 21 Arahan Dirjen Pemasyarakatan dalam menyukseskan Astacita presiden dalam mewujudkan ketahanan pangan, Kamis (3/7/2024)
Kunjungan Distan Kabupaten Lebak ke SAE Lapas merupakan tindaklanjut dari rapat perencanaan kegiatan pelatihan kemandirian dibidang Pertanian bagi Warga Binaan (Napi) Lapas.
Kepala Lapas (Kalapas) Rangkasbitung, Rd Achmad Zaki didampingi oleh Kasubsi Pembinaan, Eka Yogaswara mengajak tim Distan Lebak untuk meninjau lokasi rencana penanaman tanaman hortikultura dan tanaman ketahanan pangan di area SAE Lapas.
Kalapas menyampaikan, bahwa pembinaan kemandirian di Lapas Rangkasbitung perlu dukungan dari berbagai pihak guna mengoptimalkan pembinaan kemandirian bagi Napi binaan di bidang pertanian
“Kami memiliki lahan di SAE yang cukup luas dan potensial untuk dikembangkan sebagai sarana ketahanan pangan. Dengan dukungan dari Dinas Pertanian Kabupaten Lebak. Kami yakin program ini akan berjalan dengan baik,” ujar Kalapas Rd Achmad Zaki.
Sementara, Kepala Distan melalui Kabid Penyuluhan, Riki Adriana menyampaikan dukungan penuh Distan Lebak dalam pembinaan dan program ketahanan pangan di Lapas.
“Tadi kami sudah sama-sama melihat rencana yang akan dilaksanakan, dan ini langsung meninjau lokasi lahan seluas 2,5 hektar, itu untuk program ketahanan pangan dan hal ini sangat baik, tentu membutuhkan pendampingan khusus dan kami akan turut berpartisipasi menyukseskan program bersama Lapas Rangkasbitung, karena ini juga menjadi bekal keterampilan bagi para napi warga binaan,” ungkapnya. (IB)
