GazanaPublika.com, Lebak – Ribuan jamaah memadati acara Haul ke-35 Abuya Ibrohim bin Ahmad, seorang ulama kharismatik dan tokoh pejuang kemerdekaan asal Lebak Selatan. Kegiatan yang digelar di Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, pada Senin malam (7/7/2025) tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan lintas generasi.
Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Banten Andra Soni, jajaran pejabat daerah, pimpinan dan anggota legislatif Kabupaten Lebak, Kepala Kesbangpol Lebak Sukanta, Ketua Bakor Cilangkahan, serta ratusan tokoh ulama dan santri dari berbagai wilayah. Tausyiah dalam peringatan haul disampaikan oleh KH Abdurrahman, ulama sepuh dari Sukabumi yang dikenal dengan sebutan Akang Sembah Dalem.
Menurut catatan keluarga, Abuya Ibrohim merupakan murid dari KH Achmad Khotib, tokoh penting yang pernah menjabat sebagai Residen Banten pada 1945. Pada masa-masa sulit penjajahan Belanda dan Jepang, Abuya Ibrohim ikut berjuang membela tanah air. Pada tahun 1946–1949, di tengah agresi militer Belanda I dan II, ia dipercaya menjadi Wedana pertama di Kewedanaan Cilangkahan, wilayah Banten Kidul (Baksel).
Atas nama keluarga besar, KH Jamil M. Yunus yang merupakan cucu mendiang, didampingi KH Sonhaji, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas antusiasme masyarakat dan dukungan berbagai pihak terhadap haul ini.
“Kami, atas nama keluarga besar Abuya Ibrohim, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para ulama, santri, tokoh masyarakat, dan semua simpatisan yang hadir dan mensukseskan haul ini. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan ini,” ujar KH Jamil.
Gubernur Banten: Abuya Ibrohim Sosok Ulama, Pejuang, dan Umaro
Dalam sambutannya, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan kekagumannya terhadap sosok Abuya Ibrohim yang dinilai sebagai tokoh teladan, bukan hanya dalam peran keagamaan, tetapi juga dalam bidang pemerintahan dan perjuangan kemerdekaan.
“Beliau bukan hanya seorang ulama, tapi juga seorang umaro dan pejuang bangsa. Sosok Abuya Ibrohim patut dijadikan teladan dalam keteguhan, kebijaksanaan, dan pengabdian pada masyarakat,” ucap Andra.
Di hadapan para jamaah, Gubernur Andra Soni juga menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Provinsi Banten, termasuk di kawasan Malingping dan sekitarnya.
“Pemerintah Provinsi akan terus mengembangkan infrastruktur di wilayah selatan. Baik itu jalan utama, kawasan wisata, hingga sektor pertanian. Semua akan ditangani secara bertahap agar pembangunan merata,” tegasnya.
Secara khusus, Andra menyebut bahwa Pemprov akan segera merealisasikan pembangunan Jalan Usaha Tani di Kecamatan Wanasalam, guna mendukung produktivitas pertanian dan memperlancar akses distribusi hasil tani masyarakat.
“Pembangunan jalan usaha tani ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan dan mempermudah mobilitas para petani kita,” imbuhnya.
Kegiatan haul ini menjadi bukti nyata bahwa semangat religius dan kebangsaan tetap tumbuh di masyarakat, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di wilayah Banten Selatan.
Silakan beri tahu jika Anda ingin versi siaran pers resmi atau tambahan dokumentasi visual.
