Advertisement
GazanaPublika.com, Lebak — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC) menggelar aksi unjuk rasa di Alun-Alun Malingping pada Selasa (22/7/2025), menuntut perhatian serius dari Bupati Lebak terhadap kondisi jalan poros kabupaten yang rusak parah di wilayah Malingping dan sekitarnya.
Dalam orasinya, koordinator aksi Hendrik Arrizqy menyampaikan bahwa kondisi infrastruktur jalan yang buruk telah menjadi hambatan serius bagi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama dalam pengangkutan hasil pertanian, distribusi logistik, dan mobilitas warga.
Advertisement
“Jalan poros kabupaten di beberapa titik wilayah Malingping sudah sangat memprihatinkan—berlubang, rusak parah, dan nyaris tidak tersentuh pembangunan. Ini jelas bukan hanya soal kenyamanan, tapi menyangkut keselamatan dan kelangsungan ekonomi rakyat,” ujar Hendrik.
Menurut IMC, kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga memperburuk kondisi ekonomi masyarakat. Para petani di Malingping, misalnya, mengalami kesulitan besar dalam mengangkut hasil panen ke pasar, sementara ongkos perawatan kendaraan terus membengkak akibat kondisi jalan yang tidak layak.
Dalam pernyataan tertulisnya, IMC menegaskan bahwa mereka mendesak Bupati Lebak segera melakukan langkah konkret, dengan memastikan perbaikan jalan poros kabupaten dianggarkan dan diprioritaskan pada tahun ini.
Empat Tuntutan Utama
Dalam aksinya, para mahasiswa menyampaikan empat tuntutan pokok:
• Segera merealisasikan perbaikan jalan poros kabupaten dalam waktu dekat.
• Menjamin alokasi anggaran yang memadai untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan.
• Melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan pengawasan pembangunan, agar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
• Melakukan proses perbaikan secara transparan dan akuntabel, serta terbuka terhadap pengawasan publik.
IMC menegaskan bahwa aksi ini bukan yang terakhir. Mereka menyatakan komitmennya untuk terus mengawal dan mengawasi proses perbaikan infrastruktur jalan agar tidak berhenti pada janji politik semata.
“Kami akan terus hadir sebagai kontrol sosial. Ini soal hak rakyat atas akses yang layak dan pembangunan yang merata,” tegas Hendrik menutup aksinya.
Aksi ini berjalan damai dengan pengawalan dari aparat kepolisian, serta mendapat perhatian dari warga sekitar yang turut menyuarakan keluhan serupa terkait buruknya kondisi jalan di kawasan tersebut.
Advertisement
