Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Pembangunan Desa Bolang Dipertanyakan, Kades Tegaskan Sesuai Prosedur, Ketua TPK Merasa Tidak Dilibatkan

Pembangunan Desa Bolang Dipertanyakan, Kades Tegaskan Sesuai Prosedur, Ketua TPK Merasa Tidak Dilibatkan

Banten Rabu, 20 Agustus 2025 16:23 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,Lebak – Sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Desa Bolang menjadi sorotan publik. Kepala Desa Bolang, Ace Wirja, menegaskan bahwa pengerjaan proyek telah dilaksanakan sesuai prosedur dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta dikelola oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) bersama masyarakat.

“Pembangunan ini dibiayai dari dana desa, bukan untuk diambil keuntungan oleh kepala desa. Pemegang proyek adalah TPK yang bekerja sama dengan masyarakat,” ujar Ace Wirja, Bolang, Malingping. Selasa (19/8/2025).

Advertisement

Ia menambahkan, Ketua TPK dijabat oleh Entis, dengan Uus sebagai sekretaris, dan Tiwi sebagai bendahara.

Menurut Ace, prinsip yang dipegang desa adalah bahwa pembangunan bukanlah sarana mencari keuntungan. “Proyek desa bukan untuk mengambil keuntungan, tetapi kalau ada sisa baru bisa dibagi,” tegasnya.

Proyek jalan Poros Desa yang menghubukan antara Kampung Bolang, Sawagi dan Gawir, dengan ukuran ketebalan 0,12 meter dan lebar 3 meter serta panjang 252 meter saat ini tengah berjalan. Nilai proyek dicantumkan secara terbuka di papan plak dengan nilai Rp175.118.900.

Sementara itu, lapangan sepak bola yang berukuran panjang 100 meter dan lebar 65 meter telah selesai dikerjakan sekitar dua bulan lalu dengan nilai Rp239.000.000.

BACA JUGA:  DPD GRANAT Banten Serahkan Piagam Deklarasi kepada Bupati Serang, Perkuat Komitmen Wujudkan Kabupaten Serang Bersinar

Ia menegaskan bahwa ada tambahan biaya pada pengerjaan lapangan akibat kondisi lahan. Sesuai RAB, urugan tanah seharusnya 40 cm, tetapi di bagian barat kemiringan mencapai 80 cm sehingga membutuhkan tanah urug lebih banyak dari perhitungan awal. Selain itu, dilakukan pula pengerjaan ekskavator di tiap sudut lapangan serta penyediaan tribun sederhana melalui swadaya masyarakat.

Namun Ketua TPK Desa Bolang, Entis Sutisna, menegaskan dirinya tidak terlibat langsung dalam sejumlah pekerjaan desa. Ia bahkan mengaku khawatir akan dijadikan kambing hitam jika di kemudian hari muncul persoalan dalam pengelolaan keuangan pembangunan.

“Pekerjaan ini tidak terbuka, saya khawatir saya yang akan dikambinghitamkan apabila suatu saat ada masalah. Padahal seharusnya saya mengetahui seluruh proses karena saya yang bertanggung jawab,” ujar Entis kepada wartawan, Rabu (20/8/2025).

Wartawan GazanaPublika.com awalnya menelusuri proyek pembangunan jalan poros Desa Bolang yang menghubungkan Kampung Bolang, Kampung Sawagi, dan Kampung Kadu Gawir sepanjang 252 meter. Namun, saat dikonfirmasi, Entis menyatakan tidak mengetahui apa pun mengenai pekerjaan tersebut.

“Saya tidak tahu apa-apa mengenai pekerjaan itu karena saya tidak dilibatkan,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Warga Lebak Perbaiki Jalan Swadaya, PMII: Bukti Pemerintah Belum Adil Pemerataan Infrastruktur

Entis menceritakan, awalnya ia ditunjuk menjadi Ketua TPK melalui persetujuan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Meski sempat menolak dengan alasan kesibukan, Kepala Desa Bolang Ace Wirja meyakinkannya untuk menerima jabatan tersebut. Ia pun bersedia dengan catatan hanya meluangkan waktu untuk mengawasi pekerjaan.

Sebagai uji awal, TPK dilibatkan dalam pembangunan lapangan sepak bola desa. Entis mengaku hanya terlibat di tahap pengurukan. Namun, ketika proyek berjalan, keterlibatannya terhenti. Ia hanya dipanggil untuk menandatangani sejumlah dokumen tanpa mengetahui isinya.

“Ada sekitar delapan atau sembilan lembar yang saya tanda tangani. Kertasnya dilipat, hanya terlihat angka-angka, tetapi saya tidak tahu itu apa,” ungkapnya.

Menurut Entis, ketertutupan ini bisa berimplikasi hukum bagi dirinya. Ia menegaskan tidak ingin dijadikan pihak yang disalahkan bila suatu saat ada audit atau pemeriksaan.
“Saya tidak mau jadi kambing hitam,” tegasnya.

Entis juga mengaku khawatir tanda tangannya dipalsukan dalam dokumen pertanggungjawaban pekerjaan. “Kalau sampai tanda tangan saya dipalsukan, saya akan menuntut. Karena saya sama sekali tidak tahu-menahu soal pekerjaan-pekerjaan itu,” tandasnya. (Drik)

Advertisement

Desa
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

Banten

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Banten

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

Banten

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

BERITA TERBARU

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version