Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Mahasiswa Cihara Desak Pemkab Lebak Segera Perbaiki Jembatan Penghubung Barunai–Mekarsari

Mahasiswa Cihara Desak Pemkab Lebak Segera Perbaiki Jembatan Penghubung Barunai–Mekarsari

Banten Jumat, 5 Desember 2025 13:07 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
photo_2025-12-05_14-50-33

Advertisement

GazanaPublika.com, Lebak – Kondisi jembatan penghubung antara Desa Barunai dan Desa Mekarsari, Kecamatan Cihara, Lebak, semakin memprihatinkan. Sejak 2023, jembatan tersebut mengalami kerusakan parah dan hingga kini belum mendapatkan penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten Lebak. Padahal, akses ini merupakan jalur vital bagi warga untuk bekerja, beraktivitas, serta memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Suhendri, kader Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC) sekaligus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lebak, yang juga merupakan warga setempat, menyampaikan kegelisahan masyarakat terkait lambatnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur tersebut. Ia menegaskan bahwa kondisi jembatan kini semakin berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa jika dibiarkan berlarut-larut.

BACA JUGA:  FHI Banten Resmi Rilis Logo Kejurnas Hoki 2026, Ini Makna dan Filosofinya

Advertisement

“Jembatan yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan ini menyebabkan banyak aktivitas warga terhambat. Kami khawatir jika lama tak ditangani, akan menimbulkan korban jiwa, seperti kejadian ambruknya jembatan sebelumnya,” ujar Suhendri di Cihara, pada Jumat (5/12/2025).

Ia menambahkan bahwa saat ini jembatan tersebut sudah tidak dapat dilewati oleh pengendara roda dua maupun pejalan kaki. Warga terpaksa memutar jauh, yang berdampak pada waktu tempuh, biaya, serta menurunkan produktivitas masyarakat.

Suhendri berharap Pemkab Lebak segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat Cihara dan menjadikan perbaikan jembatan ini sebagai prioritas utama.

“Kami berharap pemerintah mendengar aspirasi kami dan segera mengambil tindakan. Keselamatan warga harus menjadi perhatian,” tegasnya.
Masyarakat Cihara kini menunggu komitmen Pemerintah Kabupaten Lebak untuk hadir dan memberikan solusi nyata sebelum kondisi jembatan menimbulkan dampak yang lebih serius.

BACA JUGA:  Siswi SMA Negeri 1 Malingping Terpilih Jadi Pembawa Baki Bendera HUT ke-81 RI

Advertisement

Indonesia Islam Mahasiswa
Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Banten

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

Banten

Driver Lokal Lontar Tolak Penambahan Armada FABA dari Luar Wilayah, Minta Kontrak dan Ritasi Transparan

Banten

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Banten

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

BERITA TERBARU

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen Warga Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.