Advertisement
GazanaPublika.com, Lebak– Suasana tenang pagi hari di pesisir Pantai Goa Langir, Desa Sawarna, mendadak berubah menjadi mencekam pada Sabtu (17/01/2026). Seorang mahasiswa asal Jakarta Timur, berinisial SA (19), dilaporkan hilang tertelan arus saat sedang menikmati suasana pagi dengan berenang di laut.
Kejadian bermula ketika SA bersama rombongan kawannya yang berjumlah tujuh orang tiba dari Cileungsi, Bogor, pada Jumat malam. Mereka memutuskan untuk berkemah di tepi pantai guna menikmati alam Sawarna. Namun, keceriaan itu sirna saat SA dan tiga rekannya memutuskan untuk menceburkan diri ke laut sekitar pukul 05.30 WIB.
Advertisement
Nahas, sekitar setengah jam berselang, gulungan ombak besar menarik SA dan rekannya, Alief Athala Akbar, ke tengah laut. Alief sempat berupaya keras menggapai SA yang kesulitan berenang, namun kekuatan alam berkata lain. Alief harus berjuang menyelamatkan nyawanya sendiri hingga akhirnya berhasil menepi dalam kondisi pingsan, sementara SA hilang ditelan ombak.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Bayah, AKP Asep Mulyadi, langsung memimpin personelnya menuju lokasi kejadian untuk melakukan langkah penyelamatan darurat.
“Jajaran Polsek Bayah Polres Lebak gerak cepat mendatangi TKP dan mengkonfirmasi pihak keluarga melalui korban yang selamat, berkoordinasi dengan jajaran Forkompicam, Koramil 0315/Bayah, TNI Al, Pemdes Sawarna, Balawista, BPBD, Bazarnas, Polairud dan nelayan setempat untuk melakukan pencarian di sekitar pantai Goa Langir,” ujar AKP Asep Mulyadi saat mengonfirmasi kejadian tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih menyisir area perairan dan garis pantai. Medan yang menantang dan karakteristik ombak pantai selatan menjadi faktor yang diperhatikan oleh tim SAR dalam proses pencarian.
AKP Asep Mulyadi menegaskan bahwa upaya pencarian tidak akan berhenti dan terus memperluas jangkauan koordinasi.
“Untuk itu sampai saat ini jajaran personel Polsek Bayah Polres Lebak bersama Intansi terkait proses pencarian terus dilakukan, kita juga berkoordinasi dengan para nelayan setempat, apabila saat berlayar untuk tetap memperhatikan di sekitaran apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban supaya cepat memberikan informasi kepada tim SAR,” ucap Kapolsek Bayah.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi para wisatawan untuk selalu waspada terhadap ganasnya arus pantai selatan, terutama saat berenang di jam-jam rawan.
Advertisement
