Advertisement
GazanaPublika.com, Cilegon — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, menggelar acara pelantikan pengurus pada Sabtu malam (11/4/2026) di Aula Warga Kota Bumi, Kecamatan Purwakarta. Kegiatan berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan anggota, tokoh perguruan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), sekaligus menjadi panggung pelestarian seni pencak silat khas Banten.
Suasana aula tampak semarak sejak awal acara. Ratusan anggota TTKKBI dari berbagai wilayah hadir mengenakan atribut perguruan, menciptakan nuansa kekeluargaan sekaligus semangat kebudayaan yang kental.
Advertisement
Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum DPP TTKKBI H. Tubagus Arif Hidayat, Ketua DPW I Banten H. Hudi Nurhudiyat, Sekretaris Wilayah DPW I Banten Mukri Aetami beserta wakilnya Uyeng Saepulrohman, Ketua DPW II Cilegon H. Hundusin Adistra, serta sejumlah tokoh TTKKBI lainnya dan unsur Forkopimcam.
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi penguatan struktur organisasi TTKKBI di tingkat kecamatan, khususnya dalam menjaga kesinambungan pembinaan kader serta pelestarian warisan budaya silat karuhun Banten.
Usai rangkaian sambutan, acara memasuki sesi yang paling ditunggu hadirin, yakni pagelaran ‘gembrungan’ yang menampilkan berbagai jurus pencak silat tradisional. Pertunjukan tersebut menghadirkan demonstrasi jurus Tjimande, Bandrong, dan Terumbu, yang dibawakan secara energik oleh para pesilat di atas panggung.
Aksi para pendekar berhasil memukau penonton. Gerakan yang tegas, ritmis, dan penuh tenaga memperlihatkan kekayaan tradisi silat Banten yang masih hidup dan terus diwariskan lintas generasi.
Sorotan utama malam itu tertuju pada penampilan Ketua Umum DPP TTKKBI H. Tubagus Arif Hidayat, yang kembali memperagakan jurus khas yang telah lama dikenal di kalangan anggota sebagai Jurus Baku TTKKBI. Penampilan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin yang memenuhi aula.
Tak kalah memukau, penampilan para pesilat muda dari wilayah Serang Barat juga mencuri perhatian. Dengan berbagai atraksi, kelincahan gerak, serta penguasaan jurus yang matang, mereka menunjukkan bahwa regenerasi perguruan berjalan dengan baik.
Pertunjukan itu bukan sekadar hiburan seremonial, tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa pencak silat sebagai identitas budaya Banten terus tumbuh di tangan generasi muda.
Pelantikan DPC TTKKBI Purwakarta malam itu pun menjelma menjadi lebih dari sekadar agenda organisasi. Ia menjadi ruang pertemuan antara struktur kelembagaan, tradisi budaya, dan semangat persaudaraan, yang selama ini menjadi ruh perjuangan TTKKBI di tengah masyarakat Cilegon dan Banten secara luas.
Advertisement
