Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Aksi Solidaritas di Malingping Berujung Ricuh, Mahasiswa Siapkan Gerakan Lanjutan Desak Pembenahan Alun-alun

Aksi Solidaritas di Malingping Berujung Ricuh, Mahasiswa Siapkan Gerakan Lanjutan Desak Pembenahan Alun-alun

Banten Minggu, 12 April 2026 16:48 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Lebak — Suasana di depan Kantor Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, memanas pada Minggu (12/4/2026) saat elemen mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC) bersama Barisan Pemuda Malingping menggelar aksi solidaritas. Demonstrasi yang berlangsung sejak siang itu berujung cekcok antara massa aksi dan pihak kecamatan, hingga diwarnai pembakaran ban di depan gerbang kantor sebagai simbol kekecewaan.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari gabungan aparat Polsek wilayah Lebak bagian Selatan serta Satpol PP Kecamatan Malingping. Massa turun ke jalan sebagai bentuk desakan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak agar segera melakukan pembenahan tata kelola Alun-alun Malingping, yang dinilai selama ini lemah dan tidak terstruktur.

Advertisement

Gerakan ini juga merupakan tindak lanjut atas insiden yang menyita perhatian publik, yakni seorang siswa kelas V SDN 1 Malingping Utara yang tersengat aliran listrik dari kabel yang terpasang di area pagar alun-alun. Peristiwa tersebut disebut menjadi bukti nyata buruknya pengelolaan fasilitas publik di kawasan itu.

Dalam aksinya, massa menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, meminta aparat segera menangkap pelaku dugaan tindak pidana premanisme dan pungutan liar di area alun-alun. Kedua, mendesak Pemkab Lebak untuk segera meresmikan tata kelola alun-alun secara transparan dan terstruktur. Ketiga, menuntut evaluasi terhadap Kasat Intelkam Polres Lebak selaku Ketua Saber Pungli atas dugaan pembiaran praktik pungli oleh oknum yang diduga telah berlangsung selama bertahun-tahun terhadap para pelaku usaha di sekitar alun-alun.

BACA JUGA:  85 Personel Polres Lebak Naik Pangkat, Kapolres Minta Tingkatkan Profesionalisme

Selain tuntutan tersebut, Barisan Pemuda Malingping juga menyerahkan dokumen fakta integritas yang diminta untuk segera ditandatangani oleh Camat Malingping. Namun, permintaan itu belum mendapat kepastian karena pihak kecamatan menyatakan akan menindaklanjutinya pada Senin (13/4/2026) setelah dilakukan kajian lebih matang.

Penundaan itu memicu ketidakpuasan massa dan menjadi titik awal terjadinya ketegangan di lokasi aksi. Fakta integritas yang diajukan memuat sejumlah poin penting, di antaranya permintaan pengambilalihan sementara unsur pengelolaan alun-alun oleh pemuda dan masyarakat setempat, desakan kepada camat agar memberikan atensi langsung kepada Pemkab Lebak terkait peresmian tata kelola, serta kerja sama dengan Polsek Malingping untuk mengusut dugaan pengancaman dan penganiayaan oleh oknum yang disebut sebagai backing pengelolaan alun-alun.

Koordinator lapangan aksi, Rifa Zatnika, mengungkapkan kekecewaannya kepada awak media. Menurutnya, respons Camat Malingping dinilai tidak mencerminkan urgensi persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.

BACA JUGA:  Kapolres Lebak Pimpin Upacara Sertijab Kasat Reskrim, Kasi Humas, dan Kapolsek Jajaran

“Kami menilai Camat Malingping terlalu arogan, dengan mengatakan bahwa dirinya tidak bisa diperintah oleh Masyarakat. Hal tersebut bertolak belakang dengan keinginan berbagai pihak yang terlibat dalam gerakan tersebut. Karena seyogyanya Pemerintah perlu segera mengambil tindakan terhadap hal-hal yang sifatnya mendesak. Dalam hal ini, perbaikan tata kelola Alun-alun Malingping secara transparan dan terstruktur”.

Di sisi lain, Sekretaris Barisan Pemuda Malingping, Pandu Hartanto, menegaskan bahwa aksi solidaritas ini murni dimotori oleh mahasiswa, pemuda lingkungan, dan masyarakat dengan tuntutan yang sama, tanpa kepentingan lain.

Ia berharap pemerintah, khususnya pihak Kecamatan Malingping, segera mengambil langkah konkret agar persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat segera diselesaikan.

Menjelang akhir aksi, massa membakar ban di depan pintu gerbang masuk kantor kecamatan sebagai bentuk protes atas belum adanya keputusan yang dianggap memadai. Aksi ini disebut belum menjadi yang terakhir, karena mahasiswa dan pemuda setempat telah menyatakan akan menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan mereka tidak segera direspons.

Situasi ini menandai meningkatnya tekanan publik terhadap pemerintah daerah untuk segera membenahi tata kelola ruang publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat Malingping.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Diduga Langgar Fungsi Trotoar, Pemilik Konter HP di Kota Serang Terlibat Adu Mulut dengan Satpol PP

Banten

BMKG Pantau Intensif Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Ingatkan Risiko Tsunami Non Tektonik

Banten

Wagub Dimyati Apresiasi Sunatan Massal Gratis Pendekar 08 Banten di Tangsel

Banten

Wagub Dimyati Lantik Pengurus Baru AAIPI Banten: Cegah Kebocoran Anggaran Sejak Dini

BERITA TERBARU

Keluhan Mitra Dapur Program Makan Bergizi Gratis Soal Keracunan

Tuai Kecaman, Trump Ancam Terapkan Tarif Kargo Selat Hormuz

Rumah Anggota BPK Digeledah KPK

Sinergi Penegak Hukum: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sambangi Kejagung, Tekankan Hilangnya Rivalitas

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.