Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Majelis Al Ma’arijul Wathon Bahas Kekeliruan Kebatinan, Tekankan Integrasi Syariat dan Hakikat

Majelis Al Ma’arijul Wathon Bahas Kekeliruan Kebatinan, Tekankan Integrasi Syariat dan Hakikat

Banten Rabu, 21 Oktober 2026 21:03 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Serang — Memahami ilmu spiritual tidak cukup hanya dengan menguasai pengetahuan, tetapi juga menuntut ketepatan dalam menempatkan diri sesuai tahapan keilmuan. Kekeliruan dalam memahami dan mengamalkan ilmu dinilai dapat memengaruhi karakter seseorang, terutama ketika seseorang menempatkan dirinya tidak sesuai dengan posisi keilmuan yang semestinya.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pengajian rutin ‘Lampah Genetika Enam Bulan Darul Qur’an (Lagenda) ke-XXI’ yang digelar Majelis Al Ma’arijul Wathon pada Senin (19/10/2026). Mengangkat tema ‘Integrasi Syariat dan Hakikat—Menyingkap Kekeliruan Kebatinan, Membangun Kearifan Spiritual Sejati’, kegiatan ini diikuti 56 salik dari berbagai daerah, terutama Banten, Jawa Barat, dan Jakarta. Acara ini akan diselenggarakan dari tanggal 19-24 Oktober 2026.

Advertisement

Pengajian tersebut diasuh langsung oleh pimpinan Pondok Pesantren Al Ma’arijul Wathon, KH Hudi Nurhudiyat, yang juga merupakan Mursyid Tarekat Asy-Syadziliyah.

Dalam pembukaan pengajian, KH Hudi Nurhudiyat, yang dikenal dengan sebutan Ki Banjar Agung, menguraikan tiga jenis ilmu secara umum, yakni ilmu diam, ilmu mengembara, dan ilmu mengabdi atau mengajar. Menurutnya, setiap posisi memiliki karakter dan tahapan tersendiri yang perlu dipahami oleh orang yang sedang menempuh perjalanan keilmuan.

BACA JUGA:  Perkuat Persaudaraan, Bupati Serang Ratu Zakiyah Ramaikan Perlombaan HUT ke 81 RI

Ia menjelaskan, posisi diam merupakan tahap dasar sebelum seseorang memasuki tahap pengembaraan untuk mempelajari dan memperluas pengetahuan. Setelah melalui tahapan tersebut, seseorang dapat mencapai posisi mengabdi atau mengajar. Namun, perpindahan dari satu posisi ke posisi lainnya harus disertai pemahaman yang tepat agar tidak menimbulkan kekeliruan dalam menempatkan diri.

“Posisi awalnya itu adalah diam. Posisi diam adalah posisi dasar. Lalu barulah pengilmu itu belejar mengembara. Pada posisi akhir dia mengajar maka harus menyimpan semua ilmu tersebut, disimpan dulu,” tuturnya.

Menurut KH Hudi, ketiga posisi tersebut tidak sekadar menggambarkan tahapan dalam memperoleh pengetahuan, tetapi juga berkaitan dengan pembentukan karakter orang yang berilmu. Ketika seseorang bertukar posisi tanpa memahami kedudukan dan tanggung jawabnya, dapat muncul ketidaksesuaian antara ilmu yang dimiliki dengan sikap yang ditunjukkan.

BACA JUGA:  Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri 'Polisi Bersama Masyarakat'

Pembahasan kemudian berlanjut pada pemikiran Syekh Siti Jenar, termasuk karakter keilmuannya yang kerap dikaitkan dengan konsep Wahdatul Wujud. KH Hudi memberikan penjelasan berdasarkan pemahamannya mengenai ilmu papat kalima pancer.

“Sebenarnya itu hanya luapan ilmunya papat kalima pancer. Bukan wahdatul wujud,” jelasnya.

Melalui pengajian tersebut, Majelis Al Ma’arijul Wathon mengangkat pentingnya memahami perjalanan spiritual secara tepat, termasuk membedakan tahapan keilmuan dan menempatkan pengetahuan sesuai dengan tanggung jawabnya.

Tema integrasi syariat dan hakikat menjadi landasan pembahasan agar pemahaman kebatinan tidak dilepaskan dari kerangka keilmuan yang diyakini benar. Pengajian ini sekaligus menjadi ruang bagi para salik dari berbagai daerah untuk memperdalam pemahaman spiritual di bawah bimbingan mursyid.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

MUSTILUB XI IMC 11 Agustus Berujung Manis, Kini Resmi Berbadan Hukum Lewat SK Kemenkum

Banten

KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Proses Evakuasi Sedang Berlangsung

Banten

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Banten

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

BERITA TERBARU

Prabowo Ungkap Alasan Koalisi Gemuk: Indonesia Sebesar Eropa, tapi Hanya Punya Satu Kabinet

KPK Surati Panglima TNI soal Dugaan Keterlibatan Prajurit Aktif dalam Korupsi Dana Bencana BNPB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Korupsi Tunjangan DPRD

Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version