Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Prabowo Ungkap Alasan Koalisi Gemuk: Indonesia Sebesar Eropa, tapi Hanya Punya Satu Kabinet

Prabowo Ungkap Alasan Koalisi Gemuk: Indonesia Sebesar Eropa, tapi Hanya Punya Satu Kabinet

Nasional Rabu, 21 Oktober 2026 20:34 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Presiden RI Prabowo Subianto

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Besarnya koalisi partai politik yang menopang pemerintahan Prabowo Subianto kerap memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas dan efisiensi kabinet. Menanggapi sorotan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa luas wilayah dan besarnya jumlah penduduk Indonesia membutuhkan kekuatan politik yang mampu bekerja bersama dalam menjalankan pemerintahan.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam sidang kabinet dua tahun pemerintahan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Ia menjelaskan, besarnya koalisi bukan semata-mata persoalan pembagian kursi kekuasaan, melainkan juga upaya menghimpun sebanyak mungkin kekuatan politik untuk memperbaiki kehidupan masyarakat.

Advertisement

“Koalisi kita besar, bener, karena saya ingin sebanyak mungkin kekuatan bersatu untuk menjalankan perbaikan kehidupan rakyat kita. Saya tidak mau mengulangi-ulangi, mengutak-utik yang sudah lewat, negara sebesar kita, dinamika politik sebesar kita, pasti persaingannya keras, kursi terbatas,” ujar Prabowo.

BACA JUGA:  Laporan Pelanggaran Etik Hakim Melonjak pada Semester I 2026, Peradilan Umum Paling Banyak Disorot

Di hadapan para menteri dan pejabat yang hadir, Prabowo juga menyinggung kritik yang menyebut kabinetnya terlalu gemuk dan tidak efisien. Menurut dia, jumlah kabinet telah disesuaikan dengan beban kerja yang harus ditangani pemerintah.

Ia kemudian mengingatkan bahwa jabatan politik, baik di pemerintahan maupun parlemen, memiliki keterbatasan. Sejumlah menteri dan menteri koordinator yang hadir dalam sidang kabinet diketahui juga memimpin partai politik.

“Kok ada yang senyum? Pemimpin partai ini sadar kursi terbatas. Presiden hanya satu, kita dituduh kabinet gemuk tidak efisien,” katanya.

Prabowo selanjutnya membandingkan Indonesia dengan Eropa untuk menjelaskan alasan di balik besarnya koalisi dan struktur pemerintahan yang dipimpinnya. Ia menyoroti jumlah penduduk serta luas wilayah Indonesia yang menurutnya membutuhkan satu pemerintahan untuk menangani berbagai urusan negara.

BACA JUGA:  Dokter Tifa: 12 Tahun Jokowi Pejabat, Baru Akui Lulusan UGM Tahun 2017

“Tapi Saudara-saudara, saya ingatkan, negara kita hampir 300 juta, negara kita fisiknya sebesar Eropa. Eropa itu 30 negara, ada 30 kabinet, ada 30 Menteri Keuangan ada 30 Panglima TNI, ada 30 Jaksa Agung, ada 30 Kapolri, Indonesia satu kabinet, Saudara-saudara,” tambahnya.

Melalui pernyataan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa besarnya kabinet perlu dilihat dalam konteks skala negara dan tanggung jawab pemerintahan. Namun, penjelasan itu juga menempatkan persoalan efisiensi sebagai hal yang tetap menjadi perhatian, mengingat ukuran kabinet tidak dengan sendirinya menentukan keberhasilan pelaksanaan program pemerintah.

Pada akhirnya, efektivitas koalisi besar akan terlihat dari kemampuan pemerintah menerjemahkan dukungan politik menjadi kebijakan yang berjalan, koordinasi antarkementerian yang efektif, serta perbaikan nyata dalam kehidupan masyarakat.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

KPK Surati Panglima TNI soal Dugaan Keterlibatan Prajurit Aktif dalam Korupsi Dana Bencana BNPB

Nasional

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Korupsi Tunjangan DPRD

Berita Utama

Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Nasional

Rismon Sianipar Kritikal Jawaban Pemerintah dalam Sidang Uji Materi Praperadilan di MK

BERITA TERBARU

Majelis Al Ma’arijul Wathon Bahas Kekeliruan Kebatinan, Tekankan Integrasi Syariat dan Hakikat

KPK Surati Panglima TNI soal Dugaan Keterlibatan Prajurit Aktif dalam Korupsi Dana Bencana BNPB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Korupsi Tunjangan DPRD

Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version