Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Eko Supriatno: Debat Pilkada Harus Jadi Arena Pertarungan Ide, Bukan Sekadar Pertunjukan

Eko Supriatno: Debat Pilkada Harus Jadi Arena Pertarungan Ide, Bukan Sekadar Pertunjukan

Banten Selasa, 5 November 2024 5:53 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Lebak  – Dalam diskusi publik bertajuk “Peta Politik Uang dalam Pemilu” yang diadakan oleh BEM Fakultas Hukum dan Sosial Universitas Mathla’ul Anwar (Unma) Banten pada Senin (4/11), pengamat politik Eko Supriatno menyampaikan keprihatinannya mengenai tren debat politik menjelang Pilkada serentak 2024. Menurut Eko, debat harusnya menjadi wadah untuk menguji ide-ide demi kemajuan daerah, namun kini lebih sering tampil seperti pertunjukan.

“Debat politik sekarang lebih banyak berfokus pada penampilan dan popularitas dibandingkan pada substansi,” ujar Eko. Ia menambahkan bahwa banyak calon kepala daerah yang lebih memperhatikan cara menjawab, bahasa tubuh, dan citra di mata publik, sehingga mengabaikan substansi argumen mereka.

Advertisement

Sebagai dosen Ilmu Pemerintahan di Unma, Eko menekankan bahwa pemilih saat ini menginginkan substansi dan integritas, bukan sekadar retorika. “Debat harus bisa menjadi wadah bagi calon untuk membangun kepercayaan serta menunjukkan pemahaman yang mendalam terhadap isu-isu yang dihadapi masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA:  Merdeka, Jangan Berlindung di Balik Slogan Pancasila

Eko juga menyoroti pergeseran suara pemilih yang kini semakin kritis. Ia mengingatkan partai politik agar peka terhadap peralihan dukungan, di mana pemilih semakin menilai calon berdasarkan kinerja dan ide yang relevan, bukan sekadar afiliasi partai. “Pemilih sekarang tidak lagi terikat pada loyalitas partai secara turun-temurun; mereka lebih fokus pada kualitas kandidat,” tambahnya.

Menurut Eko, penting pula untuk menumbuhkan etika dan sportivitas dalam debat. “Debat yang saling menghargai justru dapat membangun diskusi yang lebih konstruktif dan mendidik bagi masyarakat. Saya berharap debat kembali ke esensinya sebagai forum untuk menyampaikan solusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

BACA JUGA:  Semarak Piala Dunia 2026, Polda Banten dan Jajaran Gelar Nobar Bersama Masyarakat

Ia juga menekankan perlunya argumen berbasis data dari setiap calon. “Argumen yang kuat dan didukung data akan lebih membangun kepercayaan pemilih. Calon harus bisa menyampaikan visi yang jelas dan merespons kebutuhan masyarakat secara nyata,” jelas Eko.

Di akhir paparannya, Eko berharap agar kritik konstruktif ini dapat menjadi dorongan bagi para calon kepala daerah untuk memanfaatkan debat sebagai alat yang lebih bermakna. “Kita perlu dorong debat yang fokus pada solusi daripada sekadar serangan pribadi,” tuturnya optimis.

Dengan harapan ini, Eko yakin debat politik yang lebih substansial akan berdampak positif bagi pemilih dan memperkuat demokrasi di Indonesia. (Red)

Advertisement

Pilkada Universitas Mathla'ul Anwar
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

Banten

Driver Lokal Lontar Tolak Penambahan Armada FABA dari Luar Wilayah, Minta Kontrak dan Ritasi Transparan

Banten

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Banten

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

BERITA TERBARU

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen Warga Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.