Advertisement
GazanaPublika.com, Lebak – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengeluarkan imbauan kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor untuk tetap siaga menghadapi potensi bencana susulan. Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Feby Rizki Pratama, menyatakan bahwa cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga sepekan ke depan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Cuaca ekstrem yang meliputi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, serta potensi angin kencang, masih mendominasi wilayah Lebak. Warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujar Feby, Rabu (11/12/2024).
Advertisement
Selain banjir dan tanah longsor, BMKG juga memprediksi adanya potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter di beberapa perairan, termasuk Selat Sunda bagian Barat dan Selatan, Perairan Selatan Banten, serta Samudra Hindia Selatan Banten. Bibit Siklon Tropis 91S yang terdeteksi di Samudra Hindia sebelah barat daya Lampung turut memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan risiko hidrometeorologi.
“Gelombang dengan kategori tinggi diperkirakan akan terjadi di beberapa wilayah pesisir, sehingga nelayan dan masyarakat yang tinggal di kawasan pantai perlu berhati-hati,” tambah Feby.
Pada bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 5 Desember lalu, Kabupaten Lebak mencatat 1.909 rumah terendam banjir yang tersebar di 19 kecamatan dan 66 desa. Tanah longsor juga menyebabkan 130 rumah terdampak, dengan 26 unit rusak berat, 3 unit rusak ringan, serta lima korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor.
Feby menambahkan bahwa wilayah Lebak bagian Barat dan Selatan menjadi daerah yang paling rentan terhadap bencana selama periode 10–15 Desember 2024. Ia mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca dari BMKG dan mengikuti arahan dari pihak terkait demi keselamatan.
Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pemantauan situasi dan kesiapsiagaan, termasuk menyiagakan tim tanggap darurat untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari cuaca ekstrem tersebut.
Sumber: radarbanten.com
Advertisement
