Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Banjir Pasar Induk Rau: Problem Tahunan yang Terus Berulang

Banjir Pasar Induk Rau: Problem Tahunan yang Terus Berulang

Banten Kamis, 12 Desember 2024 15:28 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Serang – Kawasan Pasar Induk Rau, Kota Serang, kembali tergenang banjir pada Senin, 9 Desember 2024, menyusul intensitas hujan tinggi. Fenomena ini telah menjadi rutinitas tahunan yang tak kunjung terselesaikan, dengan berbagai penyebab yang terus menumpuk dari tahun ke tahun.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, menyebutkan bahwa salah satu penyebab utama banjir di kawasan tersebut adalah penyempitan saluran air. Faktor utamanya mencakup penumpukan sampah, keberadaan bangunan liar, dan endapan lumpur yang kian menumpuk.

Advertisement

“Saluran air semakin menyempit karena bangunan permanen dan semi permanen, serta sampah yang menumpuk, terutama di sekitar pasar buah. Ditambah lagi dengan endapan lumpur, membuat banjir menjadi masalah yang terus berulang setiap musim hujan,” jelas Diat pada Kamis (12/12/2024).

BACA JUGA:  Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Pada awalnya, saluran irigasi di kawasan ini dirancang untuk menampung debit air besar, hingga satu kubik per detik. Namun, seiring waktu, penyempitan saluran akibat ulah manusia dan faktor alami membuat kapasitasnya menyusut hingga setengahnya.

“Sekarang saluran hanya mampu menampung setengah kubik air per detik. Air yang tidak tertampung akhirnya meluap dan menggenangi area sekitarnya,” lanjut Diat.

Untuk mencegah banjir serupa di masa mendatang, Diat mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dengan mengadopsi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta tidak membuang sampah sembarangan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali tradisi gotong royong dalam membersihkan lingkungan sekitar.

BACA JUGA:  Polda Banten Ungkap Kronologi Kecelakaan Kerja di PT MCCI

“Budaya gotong royong kita sudah mulai memudar. Padahal, jika diterapkan kembali, masalah seperti ini bisa diminimalkan,” ujarnya.

Menurut Diat, banjir di Pasar Induk Rau seharusnya menjadi pengingat bahwa upaya menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, baik oleh masyarakat maupun pemerintah.

“Jika tidak ada kesadaran kolektif, masalah ini akan terus menjadi momok setiap musim hujan tiba,” tutupnya.

Kondisi ini sekaligus menjadi tantangan bagi Kota Serang untuk memperbaiki pengelolaan infrastruktur dan mengedukasi masyarakat demi menghindari bencana serupa di masa depan.

Sumber: Bantennews.co.id

Advertisement

Banjir Bencana Alam Kota Serang
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

Banten

Driver Lokal Lontar Tolak Penambahan Armada FABA dari Luar Wilayah, Minta Kontrak dan Ritasi Transparan

Banten

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Banten

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

BERITA TERBARU

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen Warga Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.