Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Tawuran di Tunjung Teja, Seorang Pelajar Meregang Nyawa Akibat Senjata Tajam

Tawuran di Tunjung Teja, Seorang Pelajar Meregang Nyawa Akibat Senjata Tajam

Banten Selasa, 14 Januari 2025 20:22 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto ilustrasi

GazanaPublika.com, Serang – Tawuran antar dua kelompok pelajar terjadi di depan Terminal Tunjung Teja, Jalan Raya Serang–Rangkasbitung, Desa Tunjung Teja, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten, pada Senin (13/1/2025) sekitar pukul 17.35 WIB, dilansir dari Triberita.com.

Peristiwa ini menelan korban jiwa, seorang pelajar bernama Ahmad Chandra Maulana (15), warga Kampung Panosogan, Desa Panosogan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Petir oleh rekannya, Dyaz Aji Maulana, setelah mengalami luka serius akibat senjata tajam jenis celurit. Ahmad Chandra mengalami luka pada bagian pundak dan kehilangan banyak darah. Meski sempat mendapatkan penanganan medis, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Laporan Awal dan Tindakan Kepolisian

Dyaz Aji Maulana, teman korban, melaporkan insiden ini kepada pihak kepolisian. Menurut Dyaz, tawuran melibatkan dua kelompok pelajar dari sekolah yang berbeda. Polsek Cikeusal yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian untuk memastikan situasi dan mengumpulkan informasi awal.

BACA JUGA:  Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Lapas Rangkasbitung Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan

Setelah korban dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas Petir, jenazah Ahmad Chandra dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten untuk dilakukan autopsi. Rencananya, jenazah akan dimakamkan oleh keluarga di Desa Panosogan pada Selasa dini hari.

Penyelidikan Masih Berlanjut

Kapolsek Petir IPTU Hadyan Hawari menyampaikan bahwa pihaknya tengah mendalami kasus ini dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti di lapangan.

“Dugaan sementara, tawuran ini melibatkan dua kelompok pelajar dari sekolah yang berbeda,” ujar Hadyan.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Serang AKP Andi Kurniady ES membenarkan peristiwa ini dan menegaskan bahwa pihaknya sedang memburu pelaku yang diduga menggunakan senjata tajam. “Pelaku sedang kita kejar,” kata Andi singkat melalui pesan WhatsApp.

BACA JUGA:  Pemantauan Arus Mudik di Pelabuhan Banten, Kapolda Sampaikan Situasi Terkini

Hingga kini, kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab utama konflik serta mengidentifikasi pelaku yang bertanggung jawab atas tewasnya Ahmad Chandra. Kasus ini juga telah dilimpahkan ke Satreskrim Polres Serang untuk penanganan lebih lanjut.

Imbauan Kepolisian

Kapolsek Petir mengimbau agar masyarakat, khususnya pihak sekolah dan orang tua, lebih aktif dalam mencegah terjadinya tawuran antar pelajar. “Kami akan terus mendalami kasus ini, namun peran aktif masyarakat sangat penting untuk menghindari kejadian serupa di masa depan,” pungkasnya.

Peristiwa tragis ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap remaja serta perlunya solusi untuk mencegah kekerasan di kalangan pelajar.

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Polda Banten Meringkus Debt Collector Yang Melakukan Perampasan dan Penganiayaan Terhadap Personel Brimob

Banten

Peringati Hari Lahir Pancasila, Polda Banten Gelar Upacara dan Serukan Persatuan

Banten

STAI Nurul Hidayah Lebak Banten Wisuda 46 Sarjana dan Peringati Harlah Ke-14

Banten

UNMA Gelar Kurban Idul Adha, Sembelih 2 Sapi dan 3 Kambing, Perkuat Nilai Kepedulian

BERITA TERBARU

Tren Sengketa Informasi di Jabar Bergeser ke Sektor Pendidikan, Dipicu Alokasi Dana BOS

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Copot Jabatan Pimpinan, Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik ‘SPPG’

Kasus Korupsi BGN: Eks Kepala dan Dua Mantan Wakil Resmi Menyandang Status Tersangka

Polda Banten Meringkus Debt Collector Yang Melakukan Perampasan dan Penganiayaan Terhadap Personel Brimob

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Menelusuri Potensi Cara Berpikir yang Tertulis dalam Untaian DNA, Ini Cetak Birunya

Mengurai Dialektika Genetika, Epigenetika, dan Jati Diri Klan Leluhur

Kritik dan Dialektika Kebijakan Alokasi Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.