GazanaPublika.com, Serang – Tawuran antar dua kelompok pelajar terjadi di depan Terminal Tunjung Teja, Jalan Raya Serang–Rangkasbitung, Desa Tunjung Teja, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten, pada Senin (13/1/2025) sekitar pukul 17.35 WIB, dilansir dari Triberita.com.
Peristiwa ini menelan korban jiwa, seorang pelajar bernama Ahmad Chandra Maulana (15), warga Kampung Panosogan, Desa Panosogan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang.
Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Petir oleh rekannya, Dyaz Aji Maulana, setelah mengalami luka serius akibat senjata tajam jenis celurit. Ahmad Chandra mengalami luka pada bagian pundak dan kehilangan banyak darah. Meski sempat mendapatkan penanganan medis, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Laporan Awal dan Tindakan Kepolisian
Dyaz Aji Maulana, teman korban, melaporkan insiden ini kepada pihak kepolisian. Menurut Dyaz, tawuran melibatkan dua kelompok pelajar dari sekolah yang berbeda. Polsek Cikeusal yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian untuk memastikan situasi dan mengumpulkan informasi awal.
Setelah korban dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas Petir, jenazah Ahmad Chandra dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten untuk dilakukan autopsi. Rencananya, jenazah akan dimakamkan oleh keluarga di Desa Panosogan pada Selasa dini hari.
Penyelidikan Masih Berlanjut
Kapolsek Petir IPTU Hadyan Hawari menyampaikan bahwa pihaknya tengah mendalami kasus ini dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti di lapangan.
“Dugaan sementara, tawuran ini melibatkan dua kelompok pelajar dari sekolah yang berbeda,” ujar Hadyan.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Serang AKP Andi Kurniady ES membenarkan peristiwa ini dan menegaskan bahwa pihaknya sedang memburu pelaku yang diduga menggunakan senjata tajam. “Pelaku sedang kita kejar,” kata Andi singkat melalui pesan WhatsApp.
Hingga kini, kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab utama konflik serta mengidentifikasi pelaku yang bertanggung jawab atas tewasnya Ahmad Chandra. Kasus ini juga telah dilimpahkan ke Satreskrim Polres Serang untuk penanganan lebih lanjut.
Imbauan Kepolisian
Kapolsek Petir mengimbau agar masyarakat, khususnya pihak sekolah dan orang tua, lebih aktif dalam mencegah terjadinya tawuran antar pelajar. “Kami akan terus mendalami kasus ini, namun peran aktif masyarakat sangat penting untuk menghindari kejadian serupa di masa depan,” pungkasnya.
Peristiwa tragis ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap remaja serta perlunya solusi untuk mencegah kekerasan di kalangan pelajar.
