Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Mathla’ul Anwar Perkuat Komitmen Pendidikan dan Digitalisasi

Mathla’ul Anwar Perkuat Komitmen Pendidikan dan Digitalisasi

Banten Minggu, 23 Februari 2025 10:15 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Mathla’ul Anwar: Berkomitmen membangun generasi unggul melalui pendidikan berbasis nilai Islam dan inovasi digital. Bersama BRIMA, kami terus berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan umat.

Advertisement

GazanaPublika.com, Tangsel – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA), KH Muhammad Babay Sujawandi, menegaskan komitmen Mathla’ul Anwar (MA) dalam menyediakan pendidikan berkualitas yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Hal ini disampaikan dalam acara pembekalan Badan Riset dan Inovasi Mathla’ul Anwar (BRIMA) yang digelar di Gedung UMK, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Sabtu (22/2).

Dalam sambutannya, KH Muhammad Babay Sujawandi menyatakan bahwa MA, yang telah berdiri sejak tahun 1916 di Menes, Banten, saat ini mengelola lebih dari 1.500 sekolah di berbagai wilayah di Indonesia. Organisasi ini terus berperan aktif dalam membangun generasi unggul melalui sistem pendidikan berbasis Islam yang tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Advertisement

“Mathla’ul Anwar berkomitmen untuk memberikan pendidikan terbaik bagi bangsa. Saat ini, kami membina sekitar 75.000 siswa di seluruh Indonesia, dengan biaya pendidikan rata-rata satu juta rupiah per tahun per siswa. Jika dihitung, kontribusi tahunan Mathla’ul Anwar dalam dunia pendidikan mencapai Rp 75 miliar, dan dalam lebih dari satu abad, jumlahnya telah melampaui Rp 75 triliun,” ujar Babay Sujawandi.

BACA JUGA:  Sengketa Lahan Turap Cisadane: Lahan Digusur Tanpa Musyawarah, Ganti Rugi Mangkrak Lima Tahun

Selain menyelenggarakan pendidikan formal, MA juga berperan dalam membangun karakter generasi bangsa. Nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan terus ditanamkan dalam sistem pendidikan, dengan tujuan menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi.

Menghadapi era modern, MA tidak hanya fokus pada pendidikan konvensional, tetapi juga mulai mengadopsi teknologi digital dalam sistem pembelajarannya. “Kami terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Digitalisasi pembelajaran dan peningkatan kualitas tenaga pendidik menjadi prioritas utama dalam program kerja kami. Dengan memperkuat kurikulum berbasis teknologi serta nilai-nilai keislaman, kami berharap Mathla’ul Anwar dapat semakin memperluas manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” jelas Babay.

Lebih lanjut, Babay menjelaskan bahwa sejak berdirinya, MA terus berkembang sebagai organisasi pendidikan Islam yang mandiri dan berpengaruh di Indonesia. Dengan ribuan sekolah dan puluhan ribu siswa yang dibina setiap tahunnya, MA telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Kami percaya bahwa pendidikan berkualitas yang berbasis nilai-nilai Islam akan melahirkan generasi unggul yang mampu bersaing secara global. Oleh karena itu, MA akan terus melakukan transformasi dalam berbagai aspek, termasuk riset, inovasi, dan digitalisasi pendidikan,” tegas Babay.

BACA JUGA:  Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

Dalam konteks inovasi dan pengembangan riset, MA telah membentuk BRIMA. “BRIMA bertujuan untuk mengembangkan penelitian dan inovasi yang berkontribusi pada pendidikan, sosial, dan ekonomi umat,” paparnya.

Sementara itu, Direktur BRIMA, Asep Rohmatulloh, menyatakan optimisme dan komitmennya untuk menjadikan BRIMA sebagai lembaga riset yang bermanfaat bagi masyarakat. “Kami optimis BRIMA dapat menjadi pusat riset yang menghasilkan gagasan-gagasan solutif bagi bangsa dan umat. Semoga ini menjadi awal bagi peran strategis Mathla’ul Anwar dalam dunia riset dan inovasi,” kata Asep.

Asep menambahkan bahwa BRIMA lahir dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II MA di Lampung, sebagai wadah bagi kader-kader terpilih MA yang siap berkontribusi dalam pengembangan riset dan inovasi. “BRIMA adalah kumpulan kader-kader terbaik Mathla’ul Anwar yang memiliki dedikasi tinggi terhadap ilmu pengetahuan dan inovasi. Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, kami siap memberikan kontribusi terbaik bagi umat dan bangsa melalui BRIMA,” tutur Asep. (*)

Advertisement

Mathla’ul Anwar Pendidikan
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Banten

Workshop Jurnalistik Kontemporer di SMAN 1 Cibeber, Bina Jurnalis Muda Kreatif

Banten

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

Banten

Driver Lokal Lontar Tolak Penambahan Armada FABA dari Luar Wilayah, Minta Kontrak dan Ritasi Transparan

BERITA TERBARU

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.