Advertisement
GazanaPublika.com, Tangsel – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA), KH Muhammad Babay Sujawandi, menegaskan komitmen Mathla’ul Anwar (MA) dalam menyediakan pendidikan berkualitas yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Hal ini disampaikan dalam acara pembekalan Badan Riset dan Inovasi Mathla’ul Anwar (BRIMA) yang digelar di Gedung UMK, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Sabtu (22/2).
Dalam sambutannya, KH Muhammad Babay Sujawandi menyatakan bahwa MA, yang telah berdiri sejak tahun 1916 di Menes, Banten, saat ini mengelola lebih dari 1.500 sekolah di berbagai wilayah di Indonesia. Organisasi ini terus berperan aktif dalam membangun generasi unggul melalui sistem pendidikan berbasis Islam yang tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Advertisement
“Mathla’ul Anwar berkomitmen untuk memberikan pendidikan terbaik bagi bangsa. Saat ini, kami membina sekitar 75.000 siswa di seluruh Indonesia, dengan biaya pendidikan rata-rata satu juta rupiah per tahun per siswa. Jika dihitung, kontribusi tahunan Mathla’ul Anwar dalam dunia pendidikan mencapai Rp 75 miliar, dan dalam lebih dari satu abad, jumlahnya telah melampaui Rp 75 triliun,” ujar Babay Sujawandi.
Selain menyelenggarakan pendidikan formal, MA juga berperan dalam membangun karakter generasi bangsa. Nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan terus ditanamkan dalam sistem pendidikan, dengan tujuan menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi.
Menghadapi era modern, MA tidak hanya fokus pada pendidikan konvensional, tetapi juga mulai mengadopsi teknologi digital dalam sistem pembelajarannya. “Kami terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Digitalisasi pembelajaran dan peningkatan kualitas tenaga pendidik menjadi prioritas utama dalam program kerja kami. Dengan memperkuat kurikulum berbasis teknologi serta nilai-nilai keislaman, kami berharap Mathla’ul Anwar dapat semakin memperluas manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” jelas Babay.
Lebih lanjut, Babay menjelaskan bahwa sejak berdirinya, MA terus berkembang sebagai organisasi pendidikan Islam yang mandiri dan berpengaruh di Indonesia. Dengan ribuan sekolah dan puluhan ribu siswa yang dibina setiap tahunnya, MA telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
“Kami percaya bahwa pendidikan berkualitas yang berbasis nilai-nilai Islam akan melahirkan generasi unggul yang mampu bersaing secara global. Oleh karena itu, MA akan terus melakukan transformasi dalam berbagai aspek, termasuk riset, inovasi, dan digitalisasi pendidikan,” tegas Babay.
Dalam konteks inovasi dan pengembangan riset, MA telah membentuk BRIMA. “BRIMA bertujuan untuk mengembangkan penelitian dan inovasi yang berkontribusi pada pendidikan, sosial, dan ekonomi umat,” paparnya.
Sementara itu, Direktur BRIMA, Asep Rohmatulloh, menyatakan optimisme dan komitmennya untuk menjadikan BRIMA sebagai lembaga riset yang bermanfaat bagi masyarakat. “Kami optimis BRIMA dapat menjadi pusat riset yang menghasilkan gagasan-gagasan solutif bagi bangsa dan umat. Semoga ini menjadi awal bagi peran strategis Mathla’ul Anwar dalam dunia riset dan inovasi,” kata Asep.
Asep menambahkan bahwa BRIMA lahir dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II MA di Lampung, sebagai wadah bagi kader-kader terpilih MA yang siap berkontribusi dalam pengembangan riset dan inovasi. “BRIMA adalah kumpulan kader-kader terbaik Mathla’ul Anwar yang memiliki dedikasi tinggi terhadap ilmu pengetahuan dan inovasi. Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, kami siap memberikan kontribusi terbaik bagi umat dan bangsa melalui BRIMA,” tutur Asep. (*)
Advertisement
