Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Kesekian Kali, Warga Binglu Sukaraja Bergotong Royong Perbaiki Jalan Rusak yang Lama Terabaikan

Kesekian Kali, Warga Binglu Sukaraja Bergotong Royong Perbaiki Jalan Rusak yang Lama Terabaikan

Banten Jumat, 2 Mei 2025 13:14 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Lebak — Semangat gotong royong yang sudah lama tenggelam akhirnya kembali menyala di lingkungan Binglu, RT 007/004, Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. Untuk kesekian kalinya dalam sejarah desa itu, puluhan warga turun tangan memperbaiki jalan poros yang rusak parah secara swadaya—sebuah tindakan kolektif yang muncul bukan karena program pemerintah, melainkan karena kelelahan menunggu janji yang tak kunjung ditepati. Mereka sengaja melakukan hal tersebut karena untuk membantu pemerintah dalam melakukan pembangunan.

Jalan poros desa sepanjang kurang lebih 300 meter yang menghubungkan Desa Sukaraja dan Desa Kadujajar telah lama dalam kondisi memprihatinkan. Lubang menganga, permukaan tanah yang becek saat hujan, dan debu beterbangan saat kemarau menjadi pemandangan sehari-hari. Namun pada Kamis (1/4/2025), suasana berbeda tampak di lokasi. Suara cangkul, sekop, dan tawa warga yang bersatu menggantikan keluhan yang selama ini mereka pendam.

BACA JUGA:  Wisatawan Asal Jakarta yang Terseret Ombak Sudah Ditemukan

Advertisement

“Kami tidak terbiasa bergotong royong seperti ini. Tapi karena keadaan mendesak dan tidak ada kepastian dari pemerintah, kami putuskan untuk turun tangan sendiri,” ujar Suheri, salah satu tokoh masyarakat yang ikut mengawasi jalannya kegiatan.

Menurut Suheri, inisiatif ini bukan sekadar aksi perbaikan jalan, tetapi simbol perlawanan terhadap ketidakpedulian.

“Bahkan ada warga yang menyumbang secara pribadi dalam jumlah cukup besar, meski enggan disebutkan namanya. Itu semua demi kemaslahatan bersama,” tambahnya.

Gotong royong ini bukan hanya tentang menambal jalan rusak, melainkan juga menambal kepercayaan yang mulai terkikis terhadap pemerintah desa. Eman Sudarman, tokoh masyarakat lainnya, mengaku bahwa aksi ini lahir dari kekecewaan mendalam.

“Sudah bertahun-tahun kami ajukan lewat Musrenbangdes, tapi tak pernah menjadi prioritas. Pemerintah lambat merespons, padahal ini jalan utama yang digunakan setiap hari,” kata Eman.

BACA JUGA:  SMK KOPTI Berikan Pembekalan MPLS Bahas Bahaya Narkoba Hingga Tolak LGBT

Ketua RT 007, Deni, menegaskan bahwa warga sebenarnya berharap ada campur tangan pemerintah, tetapi karena tak kunjung ada realisasi, masyarakat akhirnya menyatukan tenaga dan dana.

“Ini bukan sekadar soal jalan, ini soal harga diri dan kekompakan warga. Baru kali ini kami bergerak bersama seperti ini, dan mudah-mudahan ini jadi awal kesadaran kolektif,” ucap Deni.

Gotong royong ini menjadi momentum penting bagi Desa Sukaraja. Sebuah peristiwa langka yang mungkin sederhana secara teknis, namun penuh makna sosial.

Di tengah keterbatasan, warga membuktikan bahwa kepedulian bisa menjadi bahan bakar perubahan—sekaligus pengingat bagi pemerintah bahwa suara rakyat tak selamanya akan diam jika tak didengar. ***

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

Banten

Driver Lokal Lontar Tolak Penambahan Armada FABA dari Luar Wilayah, Minta Kontrak dan Ritasi Transparan

Banten

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Banten

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

BERITA TERBARU

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen Warga Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.