Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta – Gelombang unjuk rasa yang berlangsung sejak Kamis (28/8/2025) hingga Minggu (31/8/2025) di Jakarta dan sejumlah daerah lain, kini memasuki babak baru. Kericuhan yang diwarnai dengan aksi pembakaran, perusakan fasilitas publik, hingga bentrokan dengan aparat, memunculkan konsekuensi hukum serius.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, Polri tidak akan tinggal diam menghadapi aksi-aksi anarkis yang telah menimbulkan kerugian besar bagi negara. Ribuan orang dilaporkan sudah diamankan, dan penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap aktor intelektual di balik kerusuhan.
Advertisement
“Ya tentunya Polri akan bergerak sesuai dengan bukti-bukti di lapangan. Kita akan menarik dari fakta yang kita dapat, dan terus mencari siapa pelaku di lapangan, siapa aktornya, siapa yang membiayai, semua akan kita ungkap,” ujar Sigit kepada wartawan di RS Polri, Jakarta Timur, Senin (1/9/2025).
Pernyataan tegas Kapolri ini datang setelah Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi unjuk rasa. Menurutnya, demonstrasi yang pada awalnya berlangsung damai, kini telah berubah menjadi tindakan yang mengarah pada upaya makar.
“Demo-demo yang terjadi sudah mengarah kepada makar. Negara tidak boleh kalah. Saya minta Polri bertindak tegas, ungkap siapa pun yang ada di balik ini,” kata Prabowo.
Kerusuhan beberapa hari terakhir memang meninggalkan jejak kerusakan parah. Puluhan halte Transjakarta hangus terbakar, sejumlah pos polisi dirusak, hingga infrastruktur vital seperti MRT Jakarta turut menjadi sasaran. Kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp50 miliar.
Di tengah situasi itu, Presiden Prabowo juga menyempatkan diri untuk memberi perhatian pada aparat kepolisian yang terluka saat bertugas. Ia menjenguk anggota Polri di rumah sakit, sebuah sikap yang mendapat apresiasi langsung dari Kapolri.
“Tentunya kami dalam kesempatan ini, mewakili keluarga besar Institusi Polri, mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden,” ucap Sigit.
Eks Kabareskrim itu menegaskan, instruksi Presiden akan segera ditindaklanjuti. Polri disebut akan menangkap dan memproses semua pelaku sesuai aturan hukum yang berlaku. “Kami akan menangkap para pelaku pembuat kerusuhan dan memproses sesuai aturan hukumnya,” tegasnya.
Sementara itu, situasi di lapangan masih fluktuatif. Massa sempat bertahan di depan Polda Metro Jaya meski hujan deras mengguyur kawasan itu pada Jumat (29/8). Aksi mereka bahkan diwarnai dengan pembakaran Pos Lalu Lintas persis di depan Mapolda, memperlihatkan eskalasi yang semakin mengkhawatirkan.
Kini, publik menanti langkah konkret Polri dalam mengurai benang kusut kerusuhan ini. Apakah benar ada aktor besar yang menggerakkan, atau sekadar provokasi di lapangan yang membesar menjadi gelombang anarki? Yang jelas, pemerintah menegaskan negara tidak akan membiarkan situasi chaos berlarut-larut.
Advertisement
