Advertisement
Jakarta, GazanaPublika.com – Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, menggarisbawahi pentingnya pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang tidak semata-mata didasarkan pada preferensi pribadi atau kejadian masa lalu.
Dalam debat ketiga pemilihan presiden 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Anies memaparkan bahwa belanja alutsista harus lebih menggambarkan tantangan masa depan yang dihadapi, bukan hanya melulu menyesuaikan dengan kejadian masa lalu.
Advertisement
“Kami yakin bahwa pengadaan alutsista harus refleksikan kebutuhan masa depan, bukan hanya mengikuti selera dan kebiasaan lama,” tegas Anies.
Dia menekankan bahwa peningkatan anggaran pertahanan adalah langkah penting, namun, perlu dilakukan dengan pemahaman yang tepat mengenai perubahan ancaman terhadap keamanan nasional.
Anies menggarisbawahi perlunya strategi yang matang dalam pengadaan alutsista untuk memastikan kekuatan pertahanan negara beroperasi secara optimal dan adaptif menghadapi dinamika ancaman yang terus berkembang.
“Ya anggarannya perlu kita tingkatkan, tapi jangan keliru, ancamannya juga mengalami pergeseran. Jadi itulah sebabnya mengapa kita melihat perlunya ada strategi yang baik supaya apa? Supaya kekuatan yang kita miliki supaya bekerja dengan optimal, tidak sia-sia,” tegas Anies.
Di samping itu, Anies menyoroti perlunya pertahanan Indonesia yang mampu menghadapi ancaman nyata yang sedang dihadapi di tengah-tengah masyarakat.
Menurut Anies, ancaman tersebut tidak hanya terbatas pada prajurit yang beroperasi di wilayah perbatasan negara. Lebih jauh, ia menegaskan bahwa masyarakat umum juga menghadapi ancaman yang signifikan, termasuk meningkatnya aktivitas judi online dan risiko peretasan data.
“Ide dari ancaman ini, kita rasakan bukan hanya di perbatasan, tetapi juga di tengah-tengah masyarakat. Ancaman dari penipuan online, risiko peretasan, dan bahkan masalah judi online semakin meresahkan. Semua hal ini memerlukan perhatian serius,” tambahnya. (Sumber: Kompas.com)
Advertisement
