Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta — Lantai bursa saham domestik mendadak tegang. Langkah berani pemerintah mengumumkan pembentukan badan usaha baru rupanya direspons dengan kepanikan di pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung rontok dan terus terkoreksi cukup dalam, tergilas aksi jual masif yang dilancarkan para investor yang memilih ‘pemberhentian darurat’ demi mengamankan modal mereka.
Melihat gejolak yang kian liar, Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa akhirnya turun tangan dan buka suara. Di mata Purbaya, turbulensi yang terjadi beberapa hari terakhir ini murni akibat kesalahpahaman kognitif para pelaku pasar yang belum matang dalam mencerna arah kebijakan. Investor dinilai terlalu terburu-buru mengambil tindakan penyelamatan diri yang berlebihan, tanpa melihat ‘big picture’ dari arsitektur regulasi yang sedang dibangun pemerintah.
Advertisement
Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menegaskan bahwa respon pasar saat ini hanya respon jangka pendek akibat investor yang belum paham akan dampak positif kebijakan pemerintah terkait BUMN ekspor di masa mendatang.
Bukan tanpa alasan Menkeu begitu tenang menanggapi rapor merah IHSG. Di balik kepanikan pasar, entitas baru bernama ‘BUMN khusus ekspor sumber daya alam’ ini justru dirancang sebagai jangkar kuat untuk membenahi fundamental pendapatan para emiten komoditas secara radikal dalam jangka panjang. Kehadiran badan usaha ini diproyeksikan bakal memotong komodifikasi dan praktik manipulasi keuangan terselubung yang selama ini menggerogoti nilai riil perusahaan-perusahaan raksasa di dalam negeri.
Terkait peta jalan dan strategi pembongkaran celah kelam ekspor komoditas tersebut, Purbaya Yudi Sadewa membeberkan argumen blak-blakannya:
“Mungkin mereka belum tahu dampak sebenarnya seperti apa kalau pas kalau ada ketidakpasan, takut jual dulu tapi kalau mereka nanti mengerti dampaknya yang sebetnya seperti apa harusnya akan naik gini nanti under invoicing kan akan tutup dengan ada jabatan ekspor itu jadi tadinya yang biasanya uangnya dimainkan oleh pemilik karena perusahaan yang di luar negeri punya pemilik kan sekarang bisa harusnya terefleksi langsung di penjualan mereka yang murni ini untuk penjualan perusahaannya juga akan untung jadi harusnya bisa double untungnya yang list yang dilaporkan ya jadi harusnya ini akan meningkatkan valuasi dari perusahaan-perusahaan burusa ” ujarnya.
Lewat strategi pemberantasan praktik ‘under invoicing’ alias manipulasi pelaporan nilai ekspor ini, pemerintah optimistis tidak akan ada lagi angka keuntungan yang disembunyikan di luar negeri. Seluruh pendapatan murni terrefleksi langsung ke lantai bursa, yang pada gilirannya akan mendongkrak valuasi emiten secara riil.
Maka dari itu, di balik riuhnya aksi jual yang membayangi pasar hingga hari ini, Purbaya mengaku tetap optimis IHSG akan kembali menguat setelah pasar memahami manfaat pembentukan BUMN ekspor komoditas sumber daya alam tersebut. Bagi pemerintah, koreksi hari ini hanyalah riak kecil sebelum pasar menyadari potensi keuntungan ganda yang sesungguhnya.
Advertisement
