Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Sapu Bersih BUMN: Prabowo Opsi Usut Direksi 30 Tahun ke Belakang Hingga Bentuk Pengadilan Ad Hoc

Sapu Bersih BUMN: Prabowo Opsi Usut Direksi 30 Tahun ke Belakang Hingga Bentuk Pengadilan Ad Hoc

Berita Utama Jumat, 14 Agustus 2026 20:03 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,  Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan mengejutkan dalam pidato resminya pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk membuka pengusutan terhadap jajaran pengurus dan direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga 30 tahun ke belakang.

Tak hanya itu, Prabowo bahkan melontarkan gagasan ekstrem terkait potensi pembentukan pengadilan ad hoc khusus demi membongkar dugaan penyimpangan, tata kelola yang keliru, hingga praktik korupsi sistematis di tubuh BUMN sepanjang tiga dekade terakhir.

Advertisement

Berawal dari Temuan Pengelolaan Danantara

Gagasan audit menyeluruh hingga 30 tahun lalu ini muncul secara tak terduga setelah pemerintah meresmikan pendirian Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia.

Dalam proses konsolidasi aset BUMN ke dalam wadah Danantara, pemerintah melakukan inventarisasi ulang secara komprehensif. Hasilnya, jumlah entitas bisnis, anak usaha, hingga cucu perusahaan BUMN ternyata jauh membludak melebihi perkiraan awal pemerintah.

Pernyataan ini ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Mimbar Utama Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026) siang saat memaparkan laporan kinerja lembaga negara dan arah kebijakan pemerintah:

BACA JUGA:  Pembangunan Blok Gas Abadi Masela Resmi Dimulai, Prabowo Minta Selesai Secepatnya

“Setelah kita mendalami dan membentuk Danantara, kita baru menyadari betapa banyaknya entitas usaha BUMN yang tersebar. Ada yang produktif, namun tidak sedikit yang mengindikasikan penyimpangan tata kelola berdekade-dekade,” ujar Prabowo di hadapan pimpinan dan anggota MPR, DPR, serta DPD RI.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran besar terkait adanya potensi kebocoran aset negara yang berlangsung secara terstruktur, sistematis, dan masif sejak era reformasi hingga beberapa periode kepemimpinan nasional sebelumnya.

Peluang Pembentukan Pengadilan Ad Hoc

Guna memastikan proses penegakan hukum berjalan efektif dan tidak tumpang-tindih dengan mekanisme peradilan umum yang terikat hambatan birokrasi biasa, opsi pembentukan peradilan khusus (ad hoc) mulai diperhitungkan.

Secara tata hukum, pengadilan ad hoc dapat dibentuk dengan kewenangan khusus untuk menangani perkara tindak pidana korupsi atau kejahatan korporasi skala besar di lingkungan BUMN yang berdimensi melintasi periode kepemimpinan.

Melalui langkah ini, para mantan direksi, komisaris, hingga pihak swasta yang diuntungkan dari praktik culas pengurusan BUMN dalam kurun waktu 30 tahun terakhir dinilai tidak bisa lagi berlindung di balik skema daluwarsa jika ditemukan unsur kerugian negara yang fatal.

BACA JUGA:  Nadiem Jadi Tahanan Rumah, Kejagung Siapkan Pengawasan Ketat dan Gelang Deteksi

Respons Pakar dan Kalangan Parlemen

Pernyataan lugas Presiden Prabowo dari podium Senayan pada Jumat (14/8/2026) tersebut langsung memicu gelombang respons dari berbagai kalangan di Jakarta dan daerah:

* Kalangan Pengamat Hukum & Ekonomi:
Langkah ini dinilai sebagai sinyal shock therapy paling keras dalam sejarah perbaikan tata kelola korporasi milik negara. Namun, para ahli mengingatkan agar rencana audit retrospektif 30 tahun ini dilengkapi dengan kepastian hukum dan kriteria objektif agar tidak menimbulkan guncangan psikologis bagi profesionalitas direksi BUMN saat ini yang bekerja secara benar.
* Dukungan Parlemen:
Sejumlah anggota DPR RI yang ditemui usai Sidang Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, menyambut baik dan mengapresiasi keberanian presiden dalam membongkar benang kusut BUMN. DPR menilai penataan ulang aset BUMN melalui Danantara memang membutuhkan “pembersihan total” agar SWF Indonesia tersebut benar-benar bersih dari beban utang serta warisan skandal masa lalu.

Langkah tegas ini digadang-gadang akan menjadi babak baru reformasi total sektor BUMN, sekaligus menjadi pertaruhan besar komitmen pemberantasan korupsi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Penista Agama dengan Tantangan Hadiah Miras Bagi Penghapal Al Quran: Kasus Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Berita Utama

Evaluasi Jalur Sepeda Jakarta: Warga Desak Penghapusan demi Urai Macet

Nasional

FPN Desak Pemerintah Hentikan Hubungan Bawah Tanah dengan Israel

Nasional

Buruh Batalkan Rencana Demo ke DPR, Khawatir Ada Penyusup yang Merusak Aksi

BERITA TERBARU

Hari Pramuka ke-65, Kapolda Banten Tekankan Pentingnya Karakter dan Kemandirian Generasi Muda

Spider-Man: Brand New Day. Terlaris 2026

Hidup Tenang, Tidak Berlebihan: Kembali ke Kesederhanaan yang Menentramkan

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.