Advertisement
Jakarta, GazanaPublika.com – Sentimen Negatif Kepada Jokowi mengalami peningkatan, bahkan mencapai miinus 96 Persen Usai Bilang Presiden Boleh Kampanye. Hal ini diungkapkan Deputi Politik 5.0 Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto.
Baginya, sentimen negatif terhadap Jokowi telah muncul sejak ayah dari Gibran Rakabuming Raka tersebut ikut memberikan komentar mengenai debat ketiga.
Advertisement
“Andi menyatakan bahwa debat ketiga, terutama yang berkaitan dengan isu pertahanan negara, yang dikomentari oleh Pak Jokowi, menjadi debat yang seharusnya tidak bersifat personal, melainkan harus berdasarkan data. Pembeberan data dianggap menciptakan sentimen negatif terhadap presiden karena dianggap ikut campur dalam urusan pilihan presiden,” ucapnya dalam konferensi pers di media center Ganjar-Mahfud, Jakarta, pada Kamis (25/1/2024).
Bahkan, dalam kurun waktu satu bulan terakhir, sentimen negatif terhadap Presiden mencapai angka minus 96 persen.
“Dalam satu bulan terakhir, sentimen negatif terhadap Pak Jokowi mencapai angka minus 62 persen. Dalam tujuh hari terakhir, angkanya melonjak menjadi 93 persen. Saat ini, melalui tinjauan di platform Twitter, sentimen negatif terhadap Pak Jokowi terkait pernyataannya di Halim kemarin mencapai minus 96 persen,” ucapnya.
Oleh karena itu, Andi menegaskan bahwa hasil analisis media menunjukkan bahwa warganet berharap Presiden Jokowi tetap netral dalam Pilpres kali ini. Mereka tidak ingin terjadi conflict of interest.
“Warganet tidak menginginkan Presiden Jokowi terlibat dalam keberpihakan yang berpotensi conflict of interest karena keterlibatan anaknya sebagai calon wakil presiden atau ketua umum partai, sementara partai yang diidentifikasikan dengan Presiden Jokowi tetap tidak berubah. Sentimen negatif muncul sebagai respons terhadap hal ini,” ungkapnya.
Andi juga menambahkan bahwa warganet menginginkan Presiden Jokowi fokus menyelesaikan masa jabatannya hingga 20 Oktober 2024, terutama di tengah kondisi dunia yang sedang mengalami krisis.
“Contohnya, kita melihat penurunan harga nikel yang terus berlanjut dalam satu bulan terakhir. Ada banyak isu yang perlu diatasi oleh presiden, sehingga keterlibatan aktif dua anaknya dalam pemilu, yang kemudian dianggap sebagai conflict of interest, cenderung menimbulkan sentimen negatif terhadap presiden,” tambahnya. (Sumber: Tribunnews.com)
Advertisement
