Advertisement
GazanaPublika.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bersedia apabula dimintai saran untuk susunan menteri di kabinet Prabowo-Gibran. Presiden Joko Widodo menjelaskan, jika hanya sekadar memberi usulan saja tidak masalah, yang penting tidak bersifat turut campur.
“Jika minta saran saja ya kan enggak papa, kalau minta saran. Tetapi kalau enggak dimintai saran, ikut-ikutan nimbrung lah itu yang enggak boleh,” kata Jokowi ditemui di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2024).
Advertisement
Lanjut, Jokowi mengungkapkan, penyusunan kabinet adalah hak prerogatif presiden. Namun, boleh-boleh saja bila hanya mengusulkan komposisi menteri.
“Kabinet itu adalah 100 persen hak prerogatif presiden. Kalau usul-usul boleh, tapi itu hak penuh presiden terpilih,” tuturnya.
Sementara, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berkomentar soal itu, ia mengakui sudah ada pembahasan menteri untuk kabinet Prabowo-Gibran. AHY belum mau mengungkap kapan pembahasan menteri itu dilakukan.
“Ada (pembahasan menteri),” kata AHY di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/5/2024).
“Ya nanti aja haha,” tambah AHY ditanya kapan pembahasan dilakukan.
Ketua Umum Demokrat tersebut mengatakan, tak masalah jika nantinya NasDem, PKB dan PKS resmi merapat ke pemerintahan Prabowo-Gibran. Dia menjamin Koalisi Indonesia Maju bakal solid di bawah kepemimpinan Prabowo.
“Enggak masalah, enggak masalah. Kami sejak awal mengatakan pemilu sudah usai, kita semua sedang menata dan koalisi Indonesia Maju tentu juga akan terus solid di bawah kepemimpinan bapak Prabowo Subianto,” tambahnya.
(Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
