Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Megawati Mengaku Jadi Sering Mengamuk Mengapa? Jawabnya: Apabila tidak Mengamuk Banteng akan Dipanah

Megawati Mengaku Jadi Sering Mengamuk Mengapa? Jawabnya: Apabila tidak Mengamuk Banteng akan Dipanah

Berita Utama Jumat, 24 Mei 2024 20:53 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Ketika ditanya, "Mengapa Megawati Soekarnoputri akhir-akhir ini sering mengamuk? Dia menjawab, "Karena kalau tidak mengamuk banteng akan dipanah, demikian pernyataan Megawati Soekarnoputri Dalam Rakernas PDIP yang diadakan di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol Jakarta, pada Jumat (24/5/2024),(Foto: screenshoot Kompas TV)

Advertisement

GazanaPublika.com – Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menjelaskan kepada anak-anaknya alasan di balik sikapnya yang sering terlihat marah belakangan ini. Dalam Rakernas PDIP yang diadakan di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol Jakarta, pada Jumat (24/5/2024),

Megawati menegaskan bahwa sikap tegasnya adalah untuk melindungi partainya dari serangan.

Advertisement

“Kenapa toh, anak-anak saya sendiri bilang, kok ibu ketum sekarang berubah ya. Tukang ngamuk saja? Eh enak aja kalau enggak diamukin, sudah dipanahin melulu badannya bantengnya, keok tau enggak? Makanya kalau ibu marah tuh malah dicium-cium, lah karena apa? Pasti menang,” ungkap Megawati dengan nada tegas.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga menceritakan pengalamannya saat melihat patung Banteng Tegar Walau Dipanah yang dipamerkan di arena Rakernas PDIP. Menurutnya, patung tersebut melambangkan ketahanan PDIP menghadapi berbagai tantangan.

BACA JUGA:  Doli Golkar Baca Gestur AHY: Sinyal Mulai Bidik Pilpres 2029

“Tadi kan ada banteng penuh makna, saya bilang enggak apa-apa kok, kita tahan banting kok, berani apa tidak? Takut apa tidak? Berani apa tidak? Takut apa tidak? Berani apa tidak? Takut apa tidak? Nah gitu dong berani,” ujar Megawati, mengajak para kadernya untuk terus berani dan tidak takut menghadapi rintangan.

Lebih lanjut, Megawati mengakui bahwa saat ini dirinya kerap disebut sebagai provokator, namun ia menekankan bahwa provokasinya adalah demi memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

“Nanti katanya saya, Bu Mega provokator,” kata Megawati di hadapan para kader. “Iya! Saya sekarang provokator demi kebenaran dan keadilan,” sambungnya dengan semangat.

BACA JUGA:  BMKG Perbarui Info Sebaran Abu Anak Krakatau, Jakarta Tak Lagi Masuk Wilayah Terdampak

Kisah provokator ini muncul ketika Megawati bercerita tentang patung banteng penuh panah yang dilihatnya di luar gedung pelaksanaan Rakernas. Patung tersebut bukan sekadar pajangan, tetapi simbol perlawanan dan ketahanan PDIP di tengah berbagai serangan.

Dengan semangat juang yang tinggi, Megawati mengingatkan seluruh kader PDIP untuk tetap solid dan berani dalam menghadapi segala cobaan. “Kita tahan banting kok, berani apa tidak? Takut apa tidak?” tutup Megawati, membangkitkan semangat para kader untuk terus berjuang.

Sumber: merdeka.com

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version