Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Megawati Tertawa Dengar Cerita Hasto Saat Dipanggil Polisi

Megawati Tertawa Dengar Cerita Hasto Saat Dipanggil Polisi

Berita Utama Kamis, 6 Juni 2024 15:25 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto (sumber: Kompas.com)

Advertisement

GazanaPublika.com – Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dikabarkan tertawa saat mendengar kabar bahwa Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDI-P dipanggil oleh pihak kepolisian Polda Metro Jaya beberapa hari yang lalu. Hal ini diungkapkan langsung oleh Hasto dalam sebuah acara di Sekolah Partai, Lenteng Agung, pada Kamis (6/6/2024).

Hasto menceritakan bahwa peristiwa tersebut terjadi ketika ia menjemput Megawati yang baru saja tiba dari Bali.

Advertisement

“Kemarin, setelah tiba dari Bali, saya menjemput Ibu. Begitu turun, beliau langsung tertawa dan berkata, ‘Eh, To, kamu rasakan seperti saya waktu zaman Orde Baru dipanggil polisi’,” ujar Hasto sambil tersenyum saat menjadi pembicara dalam diskusi memperingati hari lahir Bung Karno.

Hasto menjawab dengan rendah hati, “Wah, belum ada apa-apanya, Bu, dibandingkan yang saya alami. Saya bilang seperti itu ke Ibu Megawati,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Kapolri Beri Ucapan Selamat Milad ke-3 TTKKBI

Hasto menekankan bahwa segala pernyataan yang ia buat selama ini adalah berdasarkan kebenaran. Keyakinannya pada kebenaran ini terus ia teguhkan, terutama ketika ia merenungkan perjuangan Bung Karno, Presiden pertama RI dan Proklamator Kemerdekaan, yang sering kali harus berhadapan dengan hukum kolonial.

“Bayangkan perjuangan seorang Bung Karno. Jadi kalau saya diintimidasi seperti ini, masih kecil dibandingkan perjuangan Bung Karno dan Bu Mega,” tutur Hasto.

Menurut Hasto, semua masalah ini harus dihadapinya sendiri tanpa melibatkan jajaran partai. Ia mengungkapkan bahwa dirinya meminta jajaran PDI-P yang ingin mendampinginya untuk tidak hadir di Polda.

“Sendiri tidak ada masalah. Bung Karno saja dulu sendirian. Saya sudah terpikirkan, tapi kemarin banyak yang ingin menemani,” katanya.

Hasto juga menyebutkan bahwa ada beberapa pihak yang ingin mengerahkan massa untuk mendukungnya.

“Pak Komar ingin mengerahkan ribuan satgas untuk datang, tapi saya bilang tidak usah, nanti malah tidak bagus,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Sebelumnya, Hasto memenuhi panggilan dari penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong pada Selasa (4/6/2024).

Menurut pantauan, Hasto tiba di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum sekitar pukul 10.01 WIB. Ia ditemani oleh tim pengacaranya dari Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat PDI-P, termasuk Ronny Talapessy dan pengacara pribadinya, Patra Zen.

Berdasarkan informasi yang diterima, Hasto dipanggil untuk pemeriksaan terkait dugaan tindak pidana penghasutan dan penyebaran informasi elektronik yang memuat pemberitaan bohong yang menimbulkan kerusuhan di masyarakat. Kasus ini terjadi di Jalan Jenderal Gatot Subroto dan Gambir, Jakarta Pusat, pada bulan Maret 2024. Pelapornya adalah Hendra dan Bayu Setiawan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya.

Sumber: Kompas.com

Advertisement

Megawati Soekarno Putri
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Nasional

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

BERITA TERBARU

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version