Advertisement
GazanaPublika.com – Teheran – Kediaman Kepala Politbiro Hamas, Ismail Haniyeh, dihantam serangan rudal pada Rabu (31/7) sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat. Serangan tersebut menewaskan Haniyeh dan seorang pengawalnya.
Menurut laporan Mehr News Agency, Haniyeh berada di Iran untuk menghadiri pelantikan Presiden baru Iran, Masoud Pezeshkian. Ia menempati salah satu kediaman veteran perang di utara Teheran selama berada di negara tersebut.
Advertisement
Serangan yang menghantam kediaman Haniyeh itu dilaporkan berasal dari “proyektil berpemandu udara”. Sumber Iran yang berbicara kepada media Lebanon pro-Hizbullah, al Mayadeen, menyebutkan bahwa rudal tersebut ditembakkan dari luar Iran. Namun, otoritas Iran belum memberikan konfirmasi resmi mengenai hal ini, sebagaimana dikutip Middle East Eye (MEE).
Dalam pernyataan resmi, Hamas menuduh Israel sebagai dalang di balik serangan ini. “Saudara, pemimpin, mujahid Ismail Haniyeh, kepala gerakan terakan ini, tewas dalam serangan Zionis di Teheran setelah ia berpartisipasi dalam pelantikan presiden baru Iran,” demikian pernyataan Hamas, dikutip AFP.
Ismail Haniyeh telah menjadi kepala biro politik Hamas sejak 2017, menggantikan Khaled Meshaal. Haniyeh dikenal luas setelah menjadi Perdana Menteri Palestina pada 2006, menyusul kemenangan Hamas pada pemilu parlemen. Selama bertahun-tahun, ia tinggal di pengasingan, berpindah antara Turki dan Qatar. Haniyeh bergabung dengan Hamas pada tahun 1987, saat peristiwa Intifada Pertama.
Keluarga Haniyeh telah menjadi sasaran serangan Israel dalam beberapa kesempatan. Pada April lalu, tiga anak dan empat cucu Haniyeh tewas dibunuh dalam serangan Israel.
Serangan yang menewaskan Ismail Haniyeh ini menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah, mengingat perannya yang signifikan dalam Hamas dan perjuangan Palestina. Hamas dan para pendukungnya di berbagai negara mengecam keras serangan ini dan menyerukan tindakan balasan terhadap Israel.
Sumber: CNNIndonesia.com
Advertisement
