Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Dinamika Politik Jakarta Semakin Rumit: PKS, PKB, dan Nasdem Tinggalkan Anies

Dinamika Politik Jakarta Semakin Rumit: PKS, PKB, dan Nasdem Tinggalkan Anies

Berita Utama Senin, 19 Agustus 2024 17:13 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Ilustrasi (foto: Kompas.id)

Advertisement

GazanaPublika.com – Dinamika politik di Jakarta semakin kompleks menjelang Pilkada 2024, terutama setelah tiga partai besar—Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Nasdem—secara resmi meninggalkan Anies Baswedan dan bergabung dalam koalisi mendukung pasangan Ridwan Kamil-Suswono. Deklarasi dukungan ini dilakukan dalam sebuah acara di Hotel Sultan, Jakarta, pada Senin (19/8/2024), yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka.

Gibran secara mengejutkan hadir di acara tersebut, mengenakan kemeja biru muda khas Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran. Kehadirannya menjadi sorotan utama, terutama karena ia duduk berdampingan dengan Ridwan Kamil, menunjukkan hubungan erat antara pemerintah pusat dan koalisi baru ini.

Advertisement

Deklarasi ini juga dihadiri oleh sejumlah elite politik dari berbagai partai yang mendukung Ridwan Kamil-Suswono, termasuk Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Al-Habsyi, Sekjen Nasdem Hermawi Taslim, dan Sekjen PKB Hasanuddin Wahid. Keputusan tiga partai tersebut untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, yang juga diisi oleh partai-partai besar seperti Gerindra dan Golkar, menunjukkan bahwa peta politik Jakarta semakin tidak menguntungkan bagi Anies Baswedan.

BACA JUGA:  Puluhan Ribu Personel Polri Terima Kenaikan Pangkat Mulai dari Bintara hingga Perwira Tinggi

Ridwan Kamil dan Suswono, yang tampil kompak dalam kemeja putih dan celana krem, kini mengantongi dukungan dari 12 partai politik, termasuk PSI, Demokrat, PAN, Garuda, Gelora, dan Perindo. Hanya PDI-P yang hingga kini belum mengumumkan calon kepala daerahnya untuk Pilkada Jakarta, membuat partai tersebut seolah terisolasi di tengah dinamika politik yang kian berubah cepat.

Mundurnya PKS, PKB, dan Nasdem dari dukungan terhadap Anies menambah beban berat bagi mantan Gubernur DKI Jakarta itu, yang awalnya dipasangkan dengan Sohibul Iman oleh PKS. Namun, dengan beralihnya dukungan tiga partai tersebut ke kubu Ridwan Kamil-Suswono, peluang Anies untuk bersaing dalam Pilkada Jakarta semakin mengecil.

BACA JUGA:  Pemerintah Resmi Luncurkan Logo HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Usung Tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

Kepala Desa Kapunduhan, Ade Dimyati, yang juga juru kunci makam, mengungkapkan bahwa Wisata Religi Kramat Kapunduhan merupakan lokasi makam keramat yang sering dikunjungi warga dari berbagai daerah untuk berziarah. “Di sana, mahasiswa kita ajak membangun gerbang di lokasi tersebut. Itu adalah makam petilasan dari Sanghiyang Hutas Haji, Sanghiyang Kadaka, Buyut Sepuh Sanggabuana, dan Siti Hajar. Makam ini setiap hari, terutama malam Jumat, selalu ramai didatangi penziarah,” jelas Ade.

Dengan kondisi ini, Pilkada Jakarta 2024 diprediksi akan menjadi ajang persaingan sengit, dengan Ridwan Kamil-Suswono sebagai kandidat kuat yang didukung mayoritas partai politik besar di Indonesia. PDI-P kini dihadapkan pada pilihan sulit, yaitu segera menentukan langkah strategisnya untuk tetap relevan dalam kontestasi ini. (*)

Sumber: Kompas.com

Advertisement

Politik
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Daerah

Bau Busuk Tercium di Stasiun LRT Pancoran, Polisi Selidiki Dugaan Penemuan Jenazah

Daerah

Gempa M 4,3 Guncang Cianjur, Getarannya Terasa hingga Jakarta

Daerah

Stasiun Karet Resmi Ditutup, Penumpang KRL Mulai Dialihkan ke BNI City

BERITA TERBARU

Gerakan 9 Bersama AMPP Gelar Aksi, Soroti Dugaan Buruknya Kualitas Jalan Program Bang Andra di Lebak Selatan

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.