Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » BEM PTNU Tegaskan Polri Harus Tetap di Bawah Presiden

BEM PTNU Tegaskan Polri Harus Tetap di Bawah Presiden

Berita Utama Minggu, 1 Desember 2024 20:16 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) menyatakan sikap tegas menolak usulan yang menyarankan agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berada di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ketua BEM PTNU, Achmad Baha’ur Rifqi, menilai posisi Polri yang berada langsung di bawah presiden sudah tepat.

“Polri harus tetap di bawah Presiden. Posisi saat ini sudah sangat pas untuk memberikan pelayanan kepada rakyat dan menjaga khidmat kepada bangsa. Justru jika Polri berada di bawah Kemendagri, potensi pelemahan hukum sangat besar,” ujar Rifqi, Sabtu (30/11/2024).

Advertisement

Rifqi juga memuji kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang dinilainya berhasil membawa Polri menjadi institusi yang lebih humanis, khususnya dalam pendekatan terhadap masyarakat dan mahasiswa. “Kepemimpinan Pak Sigit memiliki nilai tambah, yaitu pendekatan yang humanis. Hal ini berbeda dibandingkan dengan pendekatan pemimpin sebelumnya, yang cenderung kurang dekat dengan masyarakat,” tambahnya.

BACA JUGA:  Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK Soal Ijazah SMA Gibran: Setahu Saya Sarjana

Usulan PDIP Menuai Polemik

Usulan agar Polri berada di bawah Kemendagri pertama kali dilontarkan oleh Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus. Menurut Deddy, langkah ini bertujuan untuk mencegah intervensi dalam proses pemilu. “Kami sedang mempertimbangkan agar Polri kembali di bawah Kemendagri atau Panglima TNI, untuk menghindari potensi konflik kepentingan,” ujarnya.

Deddy menambahkan, Polri sebaiknya memfokuskan tugas pada pengamanan masyarakat, seperti pengaturan lalu lintas, patroli, dan pengusutan kasus kriminal. Hal-hal di luar itu, menurutnya, dapat diserahkan kepada institusi lain yang relevan.

Respons Beragam dari Publik

Usulan ini memicu tanggapan beragam. PBNU menyebut gagasan ini sebagai bentuk “penodaan terhadap amanat reformasi,” mengingat salah satu poin penting reformasi adalah memastikan Polri tetap di bawah presiden untuk menjaga independensinya. Sementara itu, PKS menilai posisi Polri di bawah presiden memudahkan kontrol terhadap kinerjanya.

BACA JUGA:  Resmi Mendaftar ke Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Bersiap Menuju Pemilu 2029

Diskursus mengenai posisi kelembagaan Polri ini menjadi isu krusial, mengingat perannya yang vital dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban negara. Bagaimana struktur terbaik bagi Polri terus menjadi bahan evaluasi demi mewujudkan kepolisian yang profesional, independen, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Sumber: detik.com

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version